Medan  

Masyarakat di Seputaran Pemakaman Dapat Omset Jelang Ramadan

Ferdy salah seorang pembersih kuburan sedang membersihkan makam di TPU Mandailing Jalan Brigjen Katamso, Sabtu (9/3/2024)

MEDAN | Budaya ziarah kubur menjelang bulan ramadan, membuat para penjaga makan/kuburan mendapatkan bagian rezeki, dari mulai membersihkan hingga mengecat makam yang mulai usang.

Ziarah kubur menjadi tradisi dalam menyambut datangnya bulan Suci Ramadan. Ramainya masyarakat beragama Islam yang ziarah menambah omset bagi warga yang berdomilisi di sekitar pemakaman.

Salah seorang pembersih makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mandailing Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Ferdy (23) mengatakan alhamdulillah di saat ramadan ramainya peziarah dari hari-hari biasanya. Apalagi di hari Kamis dan Jumat kemarin ramai pengunjung, ucapnya Sabtu (9/3/2024).

Hari ini agak sepi mungkin dikarenakan sehabis turun hujan. Ferdy mengakui satu hari jika rame bisa dapat Rp 100,000, kemungkinan hari akhir jelang puasa lebih ramai.

Ferdy juga mengatakan untuk biaya kebersihan biasa dibayar Rp5000, terkadang seikhlas hati peziarah saja memberinya, tutupnya.

Sementara itu Nisa penjual bunga musiman turut mendapatkan omset berlebih saat menjelang Ramadan

“Tergantung peziarah kalau rame bisa meraup omset yang lumayan lah bang..harga satu kantung pelastik Rp5000,” sebutnya.

Ziarah kubur adalah cara mengirimkan doa kepada orang tua memiliki keutamaan. Disebutkan dalam sebuah hadits, doa anak saleh kepada orang tua akan menjadi amal jariyah.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Jika seseorang meninggal dunia, terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim)

Ziarah kubur bisa dilakukan kapan saja karena hadits yang menganjurkan tentang amalan ini bersifat umum, sebagaimana dijelaskan Kholil Abou Fateh dalam buku Masa-il Diniyyah. Adapun, masyarakat Indonesia memiliki tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan. Tradisi ini populer di kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

Reporter : Iwan