MEDAN | Keamanan dan ketertiban Kota Medan belakangan ini dinilai semakin tidak kondusif untuk dihuni oleh masyarakat. Sebagaimana telah terjadi di beberapa tempat, semakin meningkatnya kriminalitas terutama pada jam-jam malam membuat masyarakat semakin khawatir dan tidak tenang.
Hasil pengamatan pimpinan Cipayung Plus Kota Medan kejadian-kejadian ini bukan baru saja terjadi, namun sudah hampir tiga pekan terakhir ini banyak terjadi tindakan kriminalitas yang juga sudah memakan banyak korban. Naas nya belum ada terlihat penanganan serius dari pihak kepolisian wilayah kota Medan.
Dengan adanya kejadian-kejadian ini, semakin menambah banyaknya titik-titik rawan kejahatan di kota Medan. Hal ini tentunya sangat meresahkan dan menyeramkan bagi masyarakat kota Medan. Tidak hanya itu, kriminalitas ini juga memicu kepanikan dan ketakutan masyarakat kota Medan terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas di malam hari atau bahkan mereka yang mencari nafkah di malam hari.
Melihat fenomena tersebut Cipayung Plus Kota Medan dalam keterangan tertulisnya Jumat (30/6/2023) mendesak agar pihak kepolisian kota Medan bertanggungjawab atas rentetan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam beraktivitas di wilayah kota Medan.
“Kita melihat Kapolrestabes dalam hal ini Kasat Reskrim sangat tidak mampu menjalankan langkah langkah pencegahan agar kamtibmas di kota Medan terjamin” ucap Ketua GMKI Kota Medan Irwan Siregar
Cipayung Plus Kota Medan juga melihat semakin maraknya aksi-aksi Geng Motor yang diduga menjadi salah satu yang kerap kali melakukan tindakan kriminal yang sangat meresahkan pengguna jalan serta masyarakat sekitar.
“Kami sebagai masyarakat kota Medan sangat menuntut hak kami untuk tinggal dengan aman dan nyaman di kota Medan ini. Jangan sampai rentetan peristiwa kriminalitas ini terus terjadi dan semakin menambah korban masyarakat kota Medan” ujar Ketua HIKMAHBUDHI PC MedanMedan Mike
“Jangan sampai kota yang kita cintai ini menjadi tidak aman untuk dihuni oleh masyarakat, akibat dari ketidakmampuan aparat penegak hukum memberikan keamanan serta ketertiban” tutup Ketua KAMMI Medan Putra Rajanami. rel







