Nasib Nelayan di Sumut Harus Diperhatikan Pemerintah

MEDAN | Kepala Dinas (Kadis) kelautan dan perikanan Provinsi Sumatera Utara diwakili Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap, Yuliani Siregar bersama Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Wilayah Sumatera Utara, Zulfahri Siagian, S.E membahas tentang potensi dibidang kelautan dan perikanan di Sumut.

“Saat ini tercatat ada banyaknya jumlah nelayan di Sumatera Utara sebanyak 170.274 Orang. Terus tersebar di pantai barat, pantai timur, pantai tinggi. Jumlah banyaknya nelayan di pantai timur sebanyak 118.499 orang, sementara untuk di pantai barat sebanyak 47.673 orang dan pantai tinggi sebanyak 4.920.Orang,” kata (Kabid) Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan perikanan Provinsi Sumatera Utara, Yuliani Siregar. Kamis (21/1/2021). ketika menjadi narasumber dalam acara Ngobrol Bareng Orbit (Ngorbit) Program Podcast orbitdigitaldaily.com di Kantor Bumi Jurnalis, Orbit Digital Jl. Asrama Komplek Perumahan Bumi Asri Blok C No 61 – 62, Medan.

Yuliani mengatakan profesi nelayan di Sumut sebagai sandaran hidup.

“Setiap tahun, Sumatera Utara juga menghasilkan 1.717.000 ton ikan per tahun. kedepannya dinas kelautan perlu kajian dan kerjasamanya,” terang Yuliani.

Yuliani Siregar menegaskan terkait nasib nelayan pemberdayaan potensi kelautan perikanan kita sebenarnya kaya yang menjadi kekurangan yaitu menata keuangan kita yang belum bisa diselesaikan, mengkaji atau pun mengubah biar masyarakat kita ini kehidupan nya semakin meningkat.

“Sepertinnya kayak miskin sekali nelayan kita. Padahal laut kita sumber daya ikannya sangat banyak. Tapi kenapa seperti itu. Jadi mungkin nanti kedepannya dinas kelautan dan perikanan perlu kajian dan evaluasi serta kerjasama nya dengan stakeholder,” katanya.

Upaya Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatera Utara dalam membantu nelayan yang masih menggunakan alat tangkap tradisional dengan luas jelajah yang sempit menurut Yuliani Siregar adalah dengan memberikan rumah ikan

Ketua HNSI Wilayah Sumatera Utara, Zulfahri Siagian, S.E mengatakan banyak sekali persoalan-persoalan nelayan yang harus dituntaskan dan tidak bisa hanya dilakukan dari dinas perikanan kelautan.

“Seluruh stakeholder yang membidangi seluruh kesejahteraan nelayan. Ternyata untuk merubah mindset nelayan yang tidak sejahtera. Ternyata sudah lama tidak dilakukan sosialisasi tentang manajemen keuangan nelayan. Hari ini kita mengharapkan kepada pemerintah dan para akademisi perlu melakukan pengkajian tentang bagaimana perilaku nelayan agar mereka tidak melakukan konsumtif tapi merubah dengan perilaku yang bisa nabung masa ke depannya,” ujarnya.

(Elisabeth Simamora/PKL)