Aceh  

Pasie Kuala Asahan dan Kuala Ba Ue Sebagai Penghasil Siput, Butuh Pembinaan Pemkab Aceh Selatan

Seorang warga menunjukan hasil tangkapan siput. (Foto/Ist).

Latifah salah seorang warga setempat yang menyebutkan bahwa siput atau langkitang dan tiram yang ada di pasie kuala Asahan dan Pasie Kuala Ba Ue itu diambil namun tak thau kemana dipasarkan apa lagi barang ini merupakan untuk menggenjok sumber ekonomi usaha kecil para ibu ibu rumah tangga di sekitar Pasie Kuala Asahan dan Pasie Kuala Ba Ue.

“Setelah diambil kemanakah dipasarkan, sehingga tidak lain hanya untuk dikonsumsi bersama keluarga,” katanya.

“Kadang kala para ibu ibu disini sering mengambil siput itu saat ada pesanan baru diambil kalau tidak dipesan tidak diambil imbuhnya. Kemudian siput atawa cue dan disebut juga langkitang beserta tiram ini dijual per bambu hanya .Rp.5000 sampai Rp. 10.000,” jelasnya.

Sehingga daerah daerah inilah yang sangat membutuhkan pembinaan untuk menumbuhkan perekonomian usaha kecil seperti warung nasi tiram ataupun warung nasi langkitang hendak nya Pemerintah Daerah dapat membantu masyarakat yang ingin membuka warung warung kecil sebagai langkah awal menghidupkan usaha ekonomi kecil kecilan untuk para masyarakat setempat.

“Kenapa daerah orang bisa mengembangkan usaha kecil kecil untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat, kenapa daerah kita tidak, padahal sumbernya sudah ada di depan mata, kita sangat mengharapkan pembinaan dari Pemerintah Daerah,hendaknya Kuala Pasie Asahan dan Pasie Kuala Ba Ue mendapat perhatian dari semua pihak mulai dari sabang hingga meuroke karena akses jalan menuju ke lokasi kedua kuala tersebut,” pungkasnya.

Reporter: Yunardi