MEDAN l Para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) saat ini menjerit dan pasrah dengan keadaan. Mereka menilai tahun 2021 ini ibarat sebagai kegagalan puncak setelah dua tahun dihantam Corona.
“Sepertinya tahun ini menjadi ‘badai’ yang dikhawatirkan bisa menenggelamkan mereka pelaku bermodal pas pasan,” kata seorang pelaku UKM di bidang konveksi, Senin (24/5/2021).
Menurut Safrizal, warga Tembung yang memiliki usaha konveksi menjahit pakaian anak dan dewasa tersebut, pada awal awal merebaknya Virus Corona/Covid-19, mereka masih mampu bertahan.
Karena produk yang dihasilkan masih laku di pasarkan dengan mengirimkan ke luar kota seperti Aceh. Jumlah pesanan seperti saat menjelang Lebaran Idul Fitri tahun lalu terus jalan, bahkan pekerjanya masih memijak dinamo pemutar mesin jahit saat malam takbiran.
“Tapi beda dengan tahun ini, jangankan memberi THR, untuk membayar upah tukang jahitnya saja tertatih tatih,” kata pria ayah dari tiga anak yang kerap dipanggil Ajo tersebut.
Menurutnya sulit diprediksi kapan kondisi pulih seperti sebelumnya. Pasalnya barang yang sudah siap dipasarkan masih numpuk di rumah toke (julukan mereka terhadap penampung produk dan pemasaran).







