Pembayaran Tak Kunjung Lunas, Warga Ancam Ambil Alih Lahan Puskesmas Kemukiman

oleh -122 views
Gedung Puskesmas Kemukiman Sedar Samadua yang lahannya dibeli dari warga sekitar. Diketahui sejak 2018 Dinkes Aceh Selatan belum juga melunasi pembayaran pembelian lahan tersebut. (orbitdigitaldaily.com/Yunardi)

ACEH SELATAN – Warga pemilik lahan yang sekarang di atasnya berdiri Puskesmas Kemukiman Sedar, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan meradang lantaran belum menerima pembayaran atas tanah tersebut.

Sardi, salahseorang pemilik lahan kepada orbitdigitaldaily.com mengaku kecewa dengan Pemkab Aceh Selatan yang tak kunjung melunasi uang pembelian lahan tersebut.

Ia bersama warga lain pemilik lahan tersebut mengancam akan melakukan aksi unjukrasa bila Pemkab Aceh Selatan tak kunjung menyelesaikan masalah tersebut.

“Terhitung selama satu minggu sejak awal September 2019 ini tidak dibayar tanah pertapakan lahan untuk pembangunan Puskesmas Kemukiman Sedar, kami akan melakukan demo besar-besaran ke kantor Pemkab Aceh Selatan,” katanya Sardi kemarin.

Selain berencana melakukan aksi unjukrasa, bila Pemkab Aceh Selatan tidak melunasi pembayaran lahan tersebut, halaman Puskesmas akan mereka ambil kembali. Rencananya lahan itu akan ditanami warga.

Ia menerangkan, tanah seluas 5.740 meter dibeli oleh Pemkab Aceh Selatan dari warga sejak tahun 2018 lalu. Setidaknya ada belasan orang pemilik lahan yang dikecewakan lantaran pembayarannya tak tuntas.

“Kami kecewa dengan janji-janji Dinas Kesehatan Aceh Selatan, padahal seluruh administrasi seperti surat surat tanah sudah kami serahkan,” ungkap Sardi.

Diketahui Sardi yang ditemui di lokasi bersama Pj. Kechik Kemukiman Sedar, Kecamata Samadua, Harmunis S.Sos didampingi Tuha Peut Gampong, Junaidi menegaskan agar urusan surat menyurat jual beli lahan tersebut baiknya dibatalkan.

“Kalau memang uang tersebut tidak mau dibayarkan lagi, segala urusan surat menyurat dan akte untuk dibatalkan saja. Sudah barang tentu di halaman Puskesmas ini akan kita jadikan kebun saja dan kita pagar dengan bambu,” ungkap Sardi.

Sementara itu, Asmar, pemilih lahan lainnya menyebut sejak Januari 2019 uang untuk pembayaran lahan informasinya masuk ke RKA Dinas Kesehatan Tahun 2019.

Reporter: Yunardi