ABDYA | Komandan Distrik Militer (Dandim) 0110/Aceh Barat Daya (Abdya) Letkol Inf Rana Mega Al-Amin,S.I.P bertindak sebagai inspektur upacara pada Hari Pancasila 1 juni 2026,yang berlangsung dihalaman kantor Bupati Setempat, Senin (1/6/2026).
Pantauan awak media,Acara yang bertema ‘Pancasila pemersatu bangsa, fondasi perdamaian dunia’ tersebut dihadiri oleh Plt sekda Abdya Amrizal,S.Sos, Ketua DPRK,Roni guswandi, Unsur Forkopinda Para kepala SKPK, dan Personel TNI,Polri ,Yon TP 958/RM,Pos TNI AL,Subdenpom, Kalapas Kelas IIB,Kankemenag,Satpol PP,ASN,PPPK,PW ,LSM, Ormas serta tamu undangan lainnya.
Dandim 0110 Abdya Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, S.I.P dalam sambutannya membacakan amanat kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia (RI) Yudian Wahyudi,menyampaikan, bahwa peringatan hari lahir Pancasila merupakan momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.
Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidak pastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.
“Peringatan hari lahir Pancasila ini mengangkat tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” kutip Letkol Inf Rana.
Lanjutnya, sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.
“Kita harus memastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” imbuhnya.
Di akhir Amanat,Dandim 0110 Abdya Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, mengajak kepada seluruh peserta upacara mari tunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai.”demikian tutupnya. (Nazli)







