ABDYA | Gerakan tanam serempak program Optimalisasi Lahan (Oplah) rawa yang dijalankan pemerintah pusat karena dinilai mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.
Acara tersebut berlangsung di persawahan warga Desa Ladang Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya, Jum’at (3/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Plt Sekda Abdya, Amrizal mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik program Oplah yang digagas pemerintah pusat, karena dinilai mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.
“Semoga program ini mampu meningkatkan ketahanan pangan. Kami berharap kabupaten Abdya tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah, tetapi juga menjadi lumbung pangan nasional,” ujar Amrizal.
Ia menjelaskan, Kabupaten yang dijuluki Bumoe Breuh Sigupai saat ini memiliki total luas lahan pertanian mencapai 7.153 hektare. Dari jumlah tersebut, alokasi untuk program Oplah lahan basah tercatat 780 hektare.
Menurutnya, hampir 80 persen dari total luas lahan pertanian di Abdya kini telah berada dalam kondisi siap tanam. Karena itu, dukungan permintaan pusat dinilai sangat dibutuhkan agar program peningkatan produksi pangan dapat berjalan maksimal.
“Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat untuk merealisasikan potensi lahan di Abdya, para petani saat ini membutuhkan dukungan bantuan berupa alat dan mesin pertanian (Alsintan), traktor, keterlibatan investor, hingga sarana penanganan pascapanen. Selain itu, ketersediaan pupuk dan benih juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan musim tanam,” sebutnya.
Kekurangan Alat Panen
Plt Sekda Amrizal juga menyoroti potensi kekurangan alat panen ketika seluruh areal persawahan memasuki masa panen secara masal. Menurutnya, kebutuhan mesin panen modern atau combine harvester akan meningkat karena seluruh petani di Abdya kini telah beralih menggunankan alat tersebut untuk melakukan panen padi.
“Saat panen serentak nanti, kami khawatir terjadi kekurangan Combine Harvester. Saat ini hampir seluruh petani di Abdya sudah menggunakan combine dan tidak lagi melakukan panen secara manual,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala tim Kerja Kementan Abdya, Ir. Mahadi MA mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan seluruh Indonesia.
“Kegiatan ini diselenggarakan seluruh Indonesia, Alhamdulillah kalau di Provinsi Aceh. Abdya salah satu daerah penyelenggaranya,” katanya.
Mahadi juga menjelaskan, dari 50 ribu hektare lahan yang yang di siapkan oleh pemerintah pusat di seluruh Indonesia, Abdya mendapatkan lahan seluas 7.78 hektar.
“Dari 7.78 hektar lahan yang diperuntukkan untuk Abdya itu terbagi dalam 6 kecamatan, semoga dengan adanya kegiatan seperti ini IP tanaman meningkat dan hasil para petani bisa sejahtera,” harapnya.
Pantauan awak media, kegiatan tersebut, turut hadir Kepala Pusat Standardisasi Instrumen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang juga Pj Swasembada Pangan Dr. drh. Agus Susanto, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Aceh Firdaus, Kepala Dinas Pertanian Hendri Yadi,STP ,Kepala Dinas Pangan dan Kelautan Hamdani, S.E. Musfika ,Para Keuchik serta tamu undangan lainnya. (Nazli)







