‎Harmoni Emas Pertanian Sumut, PRSU Jadi Etalase Pangan dan Ekonomi Desa

Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya BSc didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap foto bersama pegawai di stan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara. (Orbit)

MEDAN | Paviliun Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu pusat perhatian diantara gelaran Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026.

‎Stan yang menampilkan beragam capaian Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berfokus pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan produktivitas pertanian, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

‎Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya BSc didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap di sela kunjungan ke sejumlah paviliun organisasi perangkat daerah (OPD), antusias menyaksikan stan Harmoni Emas Pertanian Sumatera Utara.

‎Kehadiran rombongan Wagub Surya disambut hangat jajaran pegawai sembari memperkenalkan berbagai komoditas unggulan pertanian sekaligus program strategis di sejumlah kabupaten dan kota.

‎Suasana semakin semarak dengan penampilan pegawai berbusana adat dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Keragaman budaya menjadi simbol harmoni budaya beriringan dengan semangat membangun sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan daerah.

‎Sebelum meninggalkan paviliun, Wakil Gubernur Surya memberikan apresiasi serta mendorong jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura agar terus menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan kemandirian pangan Sumatera Utara.

‎Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara Fariz Haholongan Hutagalung SSTP MSi melalui Sekretaris Dinas Fahri menjelaskan, materi pameran difokuskan pada hasil program prioritas, di antaranya Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan (JASKOP).

‎Menurut Fahri, kedua program GPM dan JASKOP dirancang untuk menjaga keterjangkauan harga pangan, memperkuat rantai pasok, dan peningkatan nilai tambah komoditas pertanian unggulan masyarakat.

‎”Produk yang kami tampilkan merupakan hasil budidaya berbagai komoditas, mulai dari tanaman hortikultura hingga tanaman perkebunan seperti alpukat dan kakao. Produk ini gambaran upaya pemerintah meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, serta daya saing komoditas unggulan daerah,” ujarnya.

‎Fahri menambahkan, penguatan ekonomi desa menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan sektor pertanian. Melalui penyediaan sarana produksi, pendampingan budidaya, serta program stabilisasi harga melalui JASKOP, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan kepastian hasil panen petani.

‎Fahri menilai penyelenggaraan PRSU ke-50 merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution kepada masyarakat luas.

‎Selain menjadi ajang promosi pembangunan daerah, PRSU juga menjadi ruang edukasi publik mengenai pentingnya ketahanan pangan, hilirisasi komoditas pertanian, serta dukungan terhadap produk lokal.

‎”Melalui PRSU, masyarakat dapat melihat secara langsung berbagai inovasi dan hasil pembangunan sektor pertanian. Harapannya, kesadaran untuk mencintai dan menggunakan produk lokal semakin meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya. (OM-09).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *