Pemkab Aceh Selatan Butuh 2000 Rapid Test

oleh -176 views
Kepala BPBD Aceh Selatan Cut Syazalisma dan Kepala Dinas Kesehatan Novi Rosmita SE.M.Kes saat dikonfirmasi orbitdigitaldaily.com di SD Negeri 5 Unggul Tapaktuan. (orbitdigitaldaily.com/Yunardi M.IS)

ACEHSELATAN – Pemkab Aceh Selatan memerlukan ribuan alat rapid test Covid-19. Hal ini lantaran pemberlakuan masa kenormalan baru yang dilakukan di kabupaten tersebut dikarenakan tingginya arus keluar masuk ke daerah itu.

Setidaknya itu yang diucapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Cut Syazalisma kepada orbitdigitaldaily.com usai pelaksanaaan sosialisasi simulasi protokol kesehatan yang berlangsung Kamis (2/6/2020) di sekolah SD Negeri 5 Unggul Tapaktuan.

Di masa kenormalan baru, Pemkab Aceh Selatan kebutuhan akan alat Rapid Test lantaran stok yang ada telah habis.

“Apalagi sudah banyak warga yang keluar dan masuk dari Aceh Selatan. Terutama di wilayah kawasan objek wisata. Sehingga kami sangat memerlukan alat rapid test itu,” kata Cut Syazalisma.

Dalam rangka mengawal penyebaran Covid-19 di Kota Subulussalam, Aceh Selatan ia meminta agar Pemprov Aceh dan Pemkab Aceh Selatan dapat bersinergi membantuh kebutuhan Tim Gugus Tugas Penanggulan Penanganan Covid-19.

Ia menerangkan, alat rapid test yang ada sekarang ini dimilik Tim GTPP Covid-19 Aceh Selatan hanya cukup untuk dua hari pemakaian.

“Sehingga saat ini kita sangat berharap alat bantuan tersebut,” ujarnya.

Ia menyebut, Gampong Kapa Sesak yang berbatasan dengan Subulussalam Aceh Selatan menjadi prioritas utama.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh Selatan Novi Rosmita SE.M.Kes  menyebut, Aceh Selatan salahsatu daerah yang aman menurut hasil pemeriksaan rapid tes .

Meski ada satu warga yang terinfeksi Covid-19 dari daerah Zona Merah, ia mengklaim pihaknya dengan cepat mengatasi hal tersebut.

Reporter: Yunardi M.IS.