Pengungsi : Tuhan Jamahlah Mereka, 2 Tahun Sudah Bantuan Isian Rumah dan Jadup Tak Kunjung Ada

Beru Milala (80), pengungsi asal desa Berastepu yang dikonfirmasi orbitdigitaldaily.com di Hamparan Ture Ture desa Ndokumsiroga, Kecamatan Simpangempat

Menurutnya, mereka (para pengungsi) tidak terlalu paham mengenai aturan dari pemerintah terkait persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bantuan tersebut. Karena mereka hanyalah petani dan kebanyakan hanya tamat SMP saja.

Namun, melihat waktu yang sudah cukup lama yaitu hampir dua tahun sudah menunggu dan belum juga ada realisasi, Beru Milala ini mengaku kecewa dan berdoa agar Tuhan menjamah dan membimbing para pejabat Pemerintah Daerah (Pemda) Karo agar segera merealisasikan bantuan tersebut.

Sementara, Mutlak Ginting pengungsi asal desa Berastepu yang juga tinggal di Hamparan Ture Ture desa Ndokumsiroga saat dikonfirmasi orbitdigitaldaily.com menyebutkan, sesuai SK 181 ada sekitar 181 KK pengungsi Sinabung dari desa Berastepu, Gurukinayan dan Gamber yang terdaftar untuk mendapatkan isian rumah dan Jadup.

“Tetapi dari SK ini, ada beberapa orang diantaranya telah mendapat Jadup, tetapi sebahagian besar belum mendapatkannya. Ini kan aneh, kenapa pengungsi yang satu SK bisa pula dipisah-pisahkan pencairan bantuannya. Rumah kami telah selesai sejak tahun 2018, mengapa isian Huntap belum juga diberikan,” ungkapnya.

Selain itu kata Mutlak, masyarakat pengungsi 71 KK di Ndokumsiroga Hamparan Ture Ture mengaku tidak mendapatkan lahan 30% dari luas tanah yang dibangun untuk dijadikan tempat berkumpul atau dibangun balai pertemuan warga (Jambur).

“Kami melihat di Hamparan lainnya kok ada, kenapa di tempat kami tidak ada. Padahal kebutuhan Jambur ini sangat penting bagi kami. Masyarakat Karo terkenal dengan istilah ‘Runggu’ dan itu biasa dilakukan di Jambur,” ucap Mutlak Ginting.

Reporter  : David Kaka