PMKS Krueng Luas Trumon Timur Penambah PAD Aceh Selatan

oleh -104 views

ACEH SELATAN– Pabrik Minyak Kelapa Sawit PMKS yang merupakan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan yang akan kembali beroperasi sekaligus sebagai penambah PAD Aceh Selatan.

Hal tersebut berdasarkan pertemuan dengan Komisaris Utama CV Balga Indo Enggenering Palm Oil, Maruli Siahaan didampingi Direktur Tehnik Ivan Mulyanto Tampubolon dengan wartawan PWI Aceh Selatan yahg berlangsung Senin (27/7/2020) di lantai dua Kantor PWI Tapaktuan Aceh Selatan.

Saat jelang Lebaran Idul Adha 1441 H, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Aceh Selatan mulai merangkak naik dari harga sebelumnya Rp 1.050/Kg kini naik menjadi Rp 1.370/Kg ditingkat ram/ agen pengumpul. kata Direktur Tehnik Ivan Mulyanto Tampubolon.

“Alhamdulillah sejak beberapa pekan terakhir ini harga TBS mulai merangkak naik dari harga sebelumnya Rp 1.050/Kg kini naik menjadi Rp 1.370/Kg. Mudah – mudahan harga tersebut terus meningkat agar para petani kita bisa menghadapi lebaran dengan tenang,” ungkap Ivan.

“Harga untuk hari ini ditingkat perusahaan CPO Rp 1.370/Kg. Harga tersebut sewaktu – waktu bisa berubah,” Direktur Tehnik CV Balga Indo Engenering Palm Oil, Ivan Mulyanto Tampubolon

Komisaris Utama CV Balga Indo Enggenering Palm Oil, Maruli Siahaan didampingi Direktur Tehnik Ivan Mulyanto Tampubolon yang merupakan perusahaan pengelola Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) milik Pemkab Aceh Selatan di Gampong Krueng Luas, Kecamatan Trumon Timur saat berkunjung ke PWI Aceh Selatan juga membenarkan saat ini terjadi kenaikan harga TBS.

Saya ingin sekali kalau ada petani sawet yang mau langsung menjual TBS tersebut kepada perusahaan yang sedang kami uji coba ini, karena selama ini perusahaan yang kami upayakan untuk terus bisa beroperasi agar bisa dapat menghasilkan kembalinya modal perbaikan katanya,sehingga nantinya dalam proses sewa menyewa sama sama mendapat keuntungan dan tidak saling mendapat kerugian.

Untuk diketahui, bersama sejak beroperasinya Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) Krueng Luas, Kecamatan Trumon Timur. Masyarakat di wilayah Aceh Selatan mulai terbantu dari segi biaya pengangkutan TBS. Sebab selama ini hasil TBS di Aceh Selatan harus dijual keperusahaan CPO di Subulussalam. “Ya, kalau ke Subulussalam biaya pengangkutan lebih besar,” ungkap salah seorang pemilik ram di Aceh Selatan.

Menurut amatan orbitdigitaldaily.com Pabrik CPO milik Pemkab Aceh Selatan di Krueng Luas ini sudah lama tidak beroperasi. Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berupaya menjalin kerjasama dengan pihak CV Balga Enggenering.

Kerjasama itu baru berlangsung sekitar bulan Oktober 2019 lalu. Karena sudah lama terbengkalai serta kapasitasnya yang hanya 5 ton/jam harus dinaikkan minimal 10 ton/jam, maka pihak ketiga yang mengontrak pabrik itu, telah menambah sejumlah komponen mesin serta berbagai perbaikan bagian-bagian pabrik lainnya.

Repoter : Yunardi MIS
.