Polres Labuhanbatu Limpahkan 2 Tersangka Kasus TPPO ke Jaksa

KBS dan BS kedua tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang beserta barang bukti saat dilimpahkan ke Kejari Labuhanbatu

LABUHANBATU I Penyidik Satreskrim Polres Labuhanbatu melimpahkan 2 dari 7 tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu dan diterima langsung oleh jaksa penuntut umum (JPU) Susi Sihombing SH.

Kapolres Labuhanbatu melalui Kasi Humas Iptu Parlando Napitupulu mengatakan, para tersangka yang dilimpahkan adalah KBS (38) warga Dusun Simandulang, Desa Simandulang, Kecamatan Kualuh Ledong, Kabupaten Labuhanbatu Utara. BS (33) warga, Gg Nona, Lingkungan VI, Desa Simulajadi, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Madya Tanjung Balai.

“Berkas perkara ke 2 tersangka telah dinyatakan lengkap oleh jaksa dan telah dilakukan pelimpahan atau tahap II oleh penyidik pada hari Rabu kemarin,” sebut Parlando Napitupulu, Kamis (10/8/2023).

Iptu Parlando menambahkan, kedua pelaku melanggar Pasal 323 Jo. Pasal 219 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, atau Pasal 12 UUD Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, atau Pasal 83 Jo. Pasal 68 Jo.

Serta Pasal 5 huruf b, huruf c, huruf d dan huruf e Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, atau Pasal 120 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1, 56 KUHPidana.

“Tersangka terancam hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit sebesar Rp.500 juta dan paling banyak Rp.1,5 miliar,” ujar Iptu Parlando.

Laporan Warga

Dijelaskan Iptu Parlando, pengungkapan itu berawal pada Jumat tanggal 16 Juni 2023 lalu, sekira pukul 20.00 WIB di Perairan Pantai Saudara, Dusun Simandulang, Desa Simandulang, Kecamatan Kualuh Ledong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Polsek Kualuh Hilir medapat laporan dari warga yang menyebut ada menemukan puluhan pekerja migran Indonesia (PMI) yang terdampar.

Menanggapi laporan tersebut, Kapolsek bersama personel dan anggota Koramil 02/TL langsung menuju lokasi dan menemukan 46 pekerja migran dengan rincian, 27 orang laki-laki dewasa, 13 orang perempuan dewasa (4 diantaranya sedang hamil), 6 orang anak terdiri dari 3 laki-laki dan 3 perempuan yang merupakan warga dari 4 provinsi, yakni, 35 orang warga NTT, 3 orang warga Sumut, 6 orang warga Jawa Timur dan 2 orang dari provinsi Riau.

Karena merasa dirugikan, para pekerja migran lalu membuat laporan ke pihak Kepolisian dan berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/A/08/VI/2023/SPKT/Unit Reskrim/Polsek Kualuh Hilir/Polres Labuhanbatu/Polda Sumatra Utara, tanggal 16 Juni 2023. Dan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Sp.Sidik/263/VI/RES.1.15/2023/ Reskrim, tanggal 18 Juni 2023 kemudian petugas memburu para pelaku, terang Parlando.

Adapun tersangka yang lebih dulu diamankan yakni berinisial KBS kemudian BS, sedangkan tersangka 5 lainnya masih diburu petugas yang berinisial, RZL, UMR, MDN, AM pemilik Kapal dan ATN agen di Malaysia yang merekrut PMI masuk dalam pencarian petugas, tutup Parlando.

Reporter : Robert Simatupang