Meski demikian, terang Bobby Nasution, penyumbang terbesar kasus Covid-19 umumnya adalah pelaku perjalanan. Meski demikian, ungkapnya, berdasarkan hasil tracing yang dilakukan mulai terjadi transmisi lokal disebabkan para pelaku perjalanan merasa dalam kondisi baik, padahal tengah berada di masa inkubasi dan tetap beraktifitas seperti biasa hingga akhirnya menyebabkan terjadinya penyebaran.
Hingga saat ini, kata Bobby, angka bed occupancy rate (BOR) di Kota Medan juga masih di bawah 2 persen dan nihil angka kematian.
“Alhamdulillah, kasus Covid-19 varian omicron juga belum ditemukan di Kota Medan,” pungkasnya seraya mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi prokes secara ketat.
Atas upaya-upaya yang dilakukan Bobby Nasution tersebut, dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) Zikri Asmara SIKom MIKom menyampaikan apresiasinya. Sebab, berdasarkan data yang ada, sebaran dan distribusi vaksinasi menyentuh angka yang cukup tinggi baik itu vaksin dosis I dan II, sedangkan vaksin booster sudah mencapai 4 %.
“Harapan kita hari ini bagaimana agar vaksinasi booster yang sudah menyentuh angka 4 % bisa terus dimaksimalkan dalam tempo yang cepat. Sebab, vaksinasi booster ini juga cukup terasa manfaatnya dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kota Medan,” kat zikri ketika dihubungi, Selasa (8/2).







