Rakernas Putri se-Indonesia Rekomendasikan Bentuk Badan Otorita Pantai Timur

oleh -67 views
DITUTUP : Peserta Rakernas Putri se-Indonesia berfoto bersama pada acara penutupan. Rakernas Putri se-Indonesia yang merupakan rangkaian dari Pestival Museum Sumatera Utara 2019 dibuka Gubsu Edy Rahmayadi sejak, Rabu (23/10) dan diakhiri dengan kegiatan Rakernas Putri ditutup, Kamis (24/10). Rakernas Putri seluruh Indonesia melahirkan sejumlah rekomendasi termasuk kepada DPD Putri Sumut. (Istimewa)

MEDAN – Hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia  (Putri) merekomendasikan perwujudan pengembangan kawasan wisata Pantai Timur menjadi destinasi unggulan.

Guna mewujudkan hal itu, direkemondasikan dalam Rakernas itu dibentuk Badan Otorita Pantai Timur dan dimasukkan dalam Rencana Induk Pembangunan dan Pengembangan Pariwisata Nasional (Rippanas).

Hal itu disampaikan Ketua Umum (Ketum) DPP Putri, DR A.J. Bambang Soetanto dihadapan 11 utusan dari 19 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Putri se Indonesia.

Bambang mengatakan, Putri juga merekomendasikan pada 2021 DPD Putri Sumut menyelenggarakan Fetival Pantai Timur skala Nasional Internasional yang didukung 13 kabupaten/kota melalui APBD.

“Rakernas Putri merupakan rangkaian dari Festival Museum Sumatera Utara 2019 yang dibuka Gubsu Edy Rahmayadi sejak, Rabu (23/10/2019) di pelataran museum dan diakhiri dengan kegiatan Rakernas Putri ditutup, Kamis (24/10/2019) kemarin di Garuda Plaza Hotel Medan,” kata Bambang kepada orbitdigitaldaily.com, Sabtu (26/10/2019)

Perbaikan infrastruktur

Sementara itu, Ketua DPD Putri Sumut H Syarifuddin Siba SH, MH menyebutkan, selain dua poin penting di atas, DPP Putri Pusat juga merekomendasikan agar DPD Putri Sumut melaporkan kepada Gubsu untuk mendorong dan memfasilitasi perbaikan infrastruktur terdiri jalan, jembatan, penerangan dan dermaga kepada dinas terkait.

“Putri Sumut juga diminta mendorong terbitnya kawasan mancing dan terumbu karang larangan dan konservasi hayati laut. Serta kita mewujudkan Pantai Timur menjadi percontohan objek wisata bahari yang berkembang sehingga dapat meningakatkan devisa dan pendapatan daerah,” ujar Syarifuddin. (rel)