JAKARTA | Kelakar soal Partai NasDem bermerger dengan Partai Gerindra mengemuka ketika rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.
Kelakar itu disampaikan Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya pada saat sesi penyampaian tanggapan anggota Komisi XIII DPR RI dalam rapat dengar pendapat dengan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi.
Pada mulanya, Willy selaku pimpinan rapat mempersilakan anggota dari Fraksi NasDem atau Fraksi Gerindra menyampaikan tanggapannya atas paparan Kepala BPIP.
Adapun rapat itu membahas peta jalan pembinaan ideologi Pancasila dan Rancangan Undang-Undang BPIP.
“Kita lanjut ke Gerindra atau NasDem dulu?” kata Willy merujuk kepada anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Gerindra Anwar Sadad yang duduk bersebelahan dengan anggota dari Fraksi NasDem Muslim Ayub.
“Atau mau merger NasDem dengan Gerindra?” sambung Willy yang juga anggota Fraksi NasDem, disambut tawa peserta rapat.
Willy turut berkelakar soal posisi duduk kedua anggota itu yang hanya berjarak satu kursi kosong.
Menurut dia, kursi kosong itu adalah penghubung di antara keduanya. “Karena duduknya sudah bersebelahan,” kata Willy semringah.
“Ya kursi kosong itu bridging (penghubung), Pak, silakan,” katanya.
Muslim Ayub dari Fraksi NasDem lantas menyampaikan tanggapannya terlebih dahulu. Setelah itu, Willy mempersilakan tanggapan dari Anwar Sadad.
“Lanjut, sebelahnya, sahut-menyahut. Dari Gondangdia ke Brawijaya, eh, Kertanegara,” kata Willy berseloroh.
Gondangdia, Jakarta Pusat, merupakan lokasi NasDem Tower, sementara Kertanegara, Jakarta Selatan, merupakan lokasi kediaman Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Ant







