DBD menyerang korban disebabkan trombosit turun. Sehingga untuk penanganan korban dilakukan perawatan selama 3-4 hari dengan infus untuk menaikkan trombosit. Setelah itu sudah bisa pulang.
“Trombosit 150-450 normal, namun jika dibawah itu bisa juga suspek DBD. Namun harus diagnosis dulu baru memastikan itu DBD,” terang Dr Khusaini.
“Sementara itu, ada laporan yang dirujuk, kemungkinan bukan karena DBD saja, mungkin ada penyebab lainnya,” ucapnya.
Dari jumlah 21 orang positif terserang DBD, diantaranya berumur 1 tahun usia termuda. Sementara usia tertua 64 tahun. Rinciannya, menyerang 9 orang anak-anak dan 12 orang dewasa.
“Dari 21 kasus DBD, sebanyak 19 orang sudah sehat dan dipulangkan, 2 orang lagi sedang dirawat,” terang Dr Khusaini.
Untuk upaya pencegahannya, pihak RSUD akan segera menyurati Dinas Kesehatan terkait jumlah kasus DBD tersebut, agar bisa dilakukan foging (pengasapan) untuk mencegah munculnya DBD tersebut.
Dr Khusaini juga menghimbau kepada masyarakat, memasuki pergantian cuaca ini, diharapkan bisa menjaga kebersihan lingkungan. Jika ada tempat penampungan air harus dikuras dan dibuang. Bak-bak air bisa ditaburkan serbuk Abatee.
Reporter: Saleh







