Aceh  

Pimpin Upacara HUT ke-24 Abdya, Safaruddin: Berdirinya Kabupaten Ini Buah dari Tetesan Keringat

Bupati Aceh Barat Daya Dr. Safaruddin S,Sos MSP memimpin Upacara HUT ke 24 Abdya yang berlangsung khimat di Lapangan Bolakaki Persada Blangpidie, Jumat (10/4/2026).

ABDYA | Pemkab Aceh Barat Daya (Abdya) melaksanakan Upacara Peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Berjuluki “Bumoe Breuh Sigupai” Tahun 2026, berlangsung khidmat dan lancar di Lapangan Bolakaki Persada, Kec. Blangpidie, Jumat (10/4/2026).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Aceh Barat Daya Dr.Safaruddin S,Sos MSP. Upacara tersebut menjadi momentum refleksi dan syukur atas perjalanan pembangunan daerah sejak dimekarkannya Kabupaten Abdya. Peringatan Hari Jadi ke-24 kali ini mengusung tema “Agama Tapeukong,
Budaya Tajaga menuju Abdya Maju”.

Diketahui, berdirinya kabupaten ini tidak terjadi begitu saja. Ia adalah buah dari tetesan keringat, pemikiran cerdas, dan perjuangan tanpa pamrih dari para tokoh perintis dan sesepuh terdahulu, Sejak gagasan awal tahun 1960-an Kabupaten ini direncanakan bernama Kabupaten Kesatria, hingga kemudian setelah melalui berbagai proses panjang, lahirlah nama Aceh Barat Daya melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2002.

Dalam amanatnya Bupati Abdya Dr.Safaruddin mengatakan bahwa perjuangan pembentukan Kabupaten Abdya bukan lah waktu yang singkat, tidak sedikit tenaga serta pikiran yang terkuras, hingga tidak ada nilai dan penghargaan dalam bentuk apapun yang cukup pantas untuk diberikan dan di sematkan pada tokoh-tokoh pendiri kabupaten ini.

“Hari ini bukan sekadar peringatan seremonial. Hari ini bukan sekadar bertambahnya angka usia daerah kita. Hari ini adalah momentum untuk mengingat perjalanan kita, menghormati perjuangan para pendahulu, mensyukuri apa yang telah dicapai, dan meneguhkan arah ke mana Abdya akan kita bawa ke depannya,” sebutnya.

Oleh karena itu kepada para sesepuh, tokoh perintis, dan panitia pemekaran yang sebagian mungkin sudah mendahului kita, kami haturkan penghormatan setinggi-tingginya dan rasa terimakasih yang tak terhingga. Hanya Allah sajalah yang dapat membalas pengorbanan dan perjuangan ini.

Ia menegaskan, tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati menjadi fase penting dalam meletakkan fondasi pemerintahan. Menurutnya, tantangan yang dihadapi tidak ringan, mulai dari keterbatasan fiskal hingga tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik.

“Setelah dilantik, kami sadar yang menunggu bukan perayaan, melainkan pekerjaan. Bukan pujian, tetapi tanggung jawab. Karena itu, tahun pertama kami fokus membangun fondasi pemerintahan, menata ritme kerja, serta membangun kembali kepercayaan publik melalui kinerja yang terukur,” kata bupati.

Safaruddin mengungkapkan, pemerintah daerah harus bekerja dalam situasi yang penuh tantangan, termasuk kebijakan efisiensi anggaran serta ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada risiko inflasi dan perlambatan ekonomi. Dalam kondisi tersebut, ia menekankan pentingnya ketepatan dalam menentukan prioritas pembangunan serta keberanian dalam mengambil langkah inovatif.

Kemudian, Mantan wakil ketua DPR Aceh periode lalu itu ,Safaruddin juga menyebutkan sejumlah capaian mulai terlihat, terutama dalam pembenahan keuangan daerah dan pemenuhan hak-hak gampong, seperti bagi hasil pajak, retribusi, serta alokasi dana gampong (ADG). Di sektor kesejahteraan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025, angka kemiskinan di Abdya mengalami penurunan dari 15,32 persen pada 2024 menjadi 13,30 persen pada 2025. Artinya, sebanyak 2.970 jiwa berhasil keluar dari garis kemiskinan dalam kurun satu tahun.

“Ke depan, kami menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga satu digit atau di bawah 10 persen dalam empat tahun mendatang,” ungkapnya.

Akhirnya, atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, saya mengucapkan: Selamat Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya.
Semoga Allah SWT. senantiasa melimpahkan rahmat dan keberkahan bagi daerah kita, menguatkan langkah pengabdian kita, melapangkan jalan ikhtiar kita, dan menjadikan Aceh Barat Daya sebagai daerah yang semakin maju, religius, terbuka, berdaya saing, dan sejahtera.

Pantauan awak media, Upacara tersebut Turut hadir Wakil Bupati Zaman Akli,S.Sos.,MM, Ketua DPRK Roni Guswandi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kabupaten (Forkopimkab), Anggota DPRK, Plt,Sekretaris Daerah, Para asisten, Staf ahli, Tokoh pemekaran Abdya, Tokoh agama, tokoh adat, skpk,para camat, keuchik,ASN serta Unsur TNI/Polri ,Pos TNI AL dan undangan lainnya. (Nazli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *