Medan  

Seniman Kota Medan Salurkan Bantuan Anak Putus Sekolah

Seniman dan Budaya Toga Aritonang (SETARA) Kota Medan menyalurkan bantuan sembako meringankan beban keluarga Berkat Rajagukguk

MEDAN – Seniman dan Budaya Toga Aritonang (SETARA) Kota Medan turut prihatin yang dialami Cantika Cian Patrecia Rajagukguk(18). Gadis belia asal Cinta Damai Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan, Kamis (3/9/2020).

Ketua SETARA Kota Medan Frengki Rajagukguk didampingi Parmas CP mengatakan merasa terharu dan terpanggil untuk menggalang dana bantuan sosial guna meringankan beban keluarga.

“Sebagai seniman, kami berupaya melakukan penggalangan dana bantuan sembako beras untuk meringankan beban hidup Cantika Cian Patrecia bersama lima adiknya ditengah pandemi Covid-19,”ujar Frengki Rajagukguk.

Menurut Frengki Rajagukguk didampingi Parmas CP Ompusunggu mendorong pemerintah maupun organisasi masyarakat seperti Toga Aritonang lebih peduli terhadap warga kurang mampu sehingga tidak ada lagi keluarga terancam kelaparan.

“Masa sulit ini, mari kita saling peduli untuk membantu warga kurang mampu agar tidak ada lagi anak tak makan ataupun putus sekolah,”sebut Frengki Rajagukguk.

Sementara, inisiator sekaligus penasehat SETARA Kota Medan Maha Rajagukguk didampingi Jatoman Simaremare dan Martin Rajagukguk mengapresiasi sumbangsih seluruh pihak yang telah peduli meringankan beban keluarga Berkat Rajagukguk(42).

“Terimakasih atas sumbangsih dari keluarga besar Toga Aritonang dan tak lupa juga Ketua Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera (YPPS) Uba Pasaribu yang sejak awal mendampingi keluarga kami ini dan memberikan bantuan sosial. Kiranya Pemko Medan mendata seluruh keluarga kurang mampu lagi, “ujar Maha, salahsatu pendiri Pomparan Rajagukguk Sedunia.

Sebelumnya, Cantika Cian Patrecia Rajagukguk(18) mengungkapkan derita piluh hidup mereka ditengah pandemi covid-19. Ia terpaksa bekerja buruh kasar apa adanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Berlinang air mata, Patrecia Rajagukguk didampingi Cindy Meisya Putri Rajagukguk (16) bercerita soal kondisi hingga harus putus sekolah dan bahkan adik-adiknya juga putus sekolah, tak semanis nasib teman sebaya mereka.

Reporter : Toni Hutagalung