Selain itu, kata Terkelin ada pelaksanaan pelatihan workshop, focus group discusion, penguatan dan pengembangan kelembagaan. Namun sektor parawisata dan BUMD menjadi prioritas utama.
“Artinya, peluang mahasiswa UMSU kedepan dapat melakukan KKN maupun magang dibidang sektor Parawisata , maka kebutuhan kerja setelah kuliah sudah mampu beradaptasi dengan tantangan situasi yang ada,” katanya.
“Jadi kebutuhan itu harus ditingkatkan lewat MoU dan membuka link and match antara perguruan tinggi UMSU dengan Pemkab Karo,” sebutnya.
“Potensi-potensi inilah banyak di Karo dan banyak dilirik oleh daerah lain, sehingga peran mahasiswa nantinya saat terjun langsung ke desa-desa dan berbaur dengan masyrakat desa maupun perangkat desa, komitmen inilah ditunjukkan oleh mahasiswa dalam belajar serta membagi ilmu dalam pengelolaan dana desa, yang pada umumnya masih awam bagi para kepala desa yang mengelola anggaran desa,” terangnya.
“Untuk itu, kurangi kompetensi, tingkatkan kolaborasi, endingnya ada perubahan, maka ada keberhasilan,” pungkas Terkelin.
Turut mendampingi Bupati Karo dalam penandatanganan MoU itu, Kabag Otda Robinson Brahmana, Kabag Perekonomian Rismawati Ginting, Sekretaris Parawisata Eva Angelina Sembiring , Kasubag Otda Junaidi Ginting Munthe.
Reporter : Daniel Manik







