MEDAN | Peristiwa ambruknya Jembatan penyeberangan Taman Cadika Medan di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, yang terjadi pada Minggu (13/10) petang. Menjadi pusat perhatian dari berbagai kalangan.
Jembatan ini merupakan penghubung lokasi parkir dengan bagian belakang Taman yang biasanya menjadi lokasi kunjungan warga.
Saat kejadian pada pukul 18:00 WIB sejumlah pengunjung yang melintas jatuh ke danau, beberapa pengunjung dibantu pandawa kayak langsung sigap menolong korban. Sehingga tidak adanya korban jiwa.
Al Zahri Muammad (19) salah satu regu penolong pandawa kayak menceritakan kronologis kejadian yang disebabkan pecahnya angkor atau pondasi dari jembatan tersebut. Berbeda dari info yang di terima sebelumnya putusnya tali sling.
“Kejadian saat 15 menit menjelang maghrib, berhubung saat kejadian hari minggu ramai pengunjung dan waktu sudah pukul 18:00 WIB para pengunjung disuruh pulang oleh petugas. Jadi pengunjung berebut dan tergesa gesa menaiki jembatan dengan alasan jauh untuk mutar,” ucap Al Zahri.
Ramainya pengunjung yang melintasi jembatan melebihi kapasitas yang seharusnya 20 orang, menjadi 50 sampai 60 orang. Sebelumnya jembatan sudah mulai menurun warga yang menaikinya tidak menyadari lalu terdengar bunyi jembatan pun anjlok.
“Karena kapasitas jembatan harusnya 20 orang namun yang melintas lebih dari 20, untuk yang melintas saat anjloknya jembatan ada 50 sampai 60 orang sehingga melebihi muatan. Jembatan sebelumnya sudah menurun tapi warga yang melintas tidak menyadari, hingga terdengar suara keras dan jembatan oun ambruk,” ujarnya.
Pihak Pemko Medan melalui Pj Sekda Topan Ginting turun kelapangan pada malam harinya. Untuk meninjau langsung insiden yang menyebabkan anjloknya jembatan tersebut.
“Pada sore harinya saya mendapat laporan dari kadispora medan bahwa telah terjadi insiden jembatan 2 di cadika jatuh. Saya melihat langsung ke lokasi pada malam harinya dan terlihat adanya pergeseran pada pondasi slingnya,” sebutnya.
Ia juga menambahkan anjloknya jembatan akibat lebihnya kapasitas yang melintas, “Padahal sudah ada tulisan bahwa beban yang melintas maksimal 20 orang. Namun kondisi padatnya orang dari saksi yang melihat, lebih dari 20 orang yang memadati jembatan dan ada juga yang menggoyang jembatan” sebutnya
“Pihak pemko Medan meminta maaf atas insiden yang terjadi dan meminta kepada masyarakat menggunakan fasilitas di taman cadika dengan bijak serta bersyukur tidak adanya korban jiwa” jelasnya.
Hingga Hari senin (14/10) jembatan sudah ditutup dan diberi garis larangan melintas sampai jembatan kembali dinperbaiki.
Reporter : Iwan GB







