Soal Kucuran Dana Outbond, Kasubag dan PPTK Disdik Langkat saling ‘Lempar Bola’

Kantor Dinas Pendidikan Jl. Kartini Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat

LANGKAT | Kasubag Keuangan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Pendidikan Langkat, saling “lempar bola” dan mengaku tidak tahu soal kucuran dana program outbond.

Kepada wartawan orbitdigitaldaily.com, Iwan oknum Kasubag Keuangan Dinas Pendidikan mengaku lupa jumlah kucuran dana program outbon atau kegiatan di luar ruangan, yang akan digelar dan diikuti para kepala sekolah.

Dia juga menyampaikan agar wartawan menanyakan kembali soal jumlah kucuran dana ke PPTK.

“Sekarang ku balikan lagi pertanyaan itu ke PPTK, aku lupa jumlah pastinya anggaran itu. Tanya aja ke penyelenggara, dia punya RKA masak dia gak tahu,” tuding Iwan, Selasa (24/6/2025) siang.

Menanggapi ketidaktahuan kucuran dana di kegiatan outbond tersebut, Arnies Safrin menilai oknum PPTK diatas kertas yang tidak mengatahui tugas tupoksinya.

Menurutnya, oknum PPTK harus mengatahui tugas dan tupoksinya administrasi hingga soal anggaran penyelenggara dari kegiatan outbond atau proyek di Dinas Pendidikan Langkat.

“PPTK harus tegas sesuai dengan tupoksi dari kegiatan pelaksanaan proyek di Dinas Pendidikan. Kalau tidak ya seperti ini, PPTK di atas kertas yang tidak tau masalah,” tegas Arnies.

Bahkan, menurutnya, pembuatan anggaran kegiatan diduga asal jadi demi kepentingan orang-orang tertentu sehingga timbulnya anggaran tanpa ada pengkajian yang efektif terhadap anggaran yang dinilai sangat semraut.

Arnies pun menduga adanya kepentingan wajib setor perproyek. Sehingga menurutnya, wajar jika proyek ambaradol dan sulit untuk di pertanggung jawabkan.

“Diduga wajib setor untuk dapat peroyek di Dinas Pendidikan. Kita berharap ke APH untuk mengaudit anggaran proyek di Dinas Pendidikan Langkat yang tidak sesuaikan dengan fisiknya,” tegas Arnies.

Tak Tahu

Sebelumnya, oknum Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pendidikan Langkat tak menjawab pertanyaan wartawan soal jumlah kucuran dana kegiatan outbond.

“Tanya sama keuangan aja,” ujar PPTK Abdullah mengalihkan pandangan wartawan sambil keluar dari kantor Dinas Pendidikan dengan terburu-buru, Senin (23/6/2025).

Ia pun mengaku tidak mengetahui berapa jumlah kucuran dana kegiatan outbond atau kegiatan di luar ruangan yang akan di ikuti para kepala sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.

Oknum yang ditunjuk sebagai PPTK mengungkapkan, secara teknis kami penyelenggaranya lalu kami laporkan ke pak Kadis, siapa diatas kami tidak paham.

“Sudah di anggarkan, siapa-siapa saja diatas kami tidak paham. Kegiatan nantinya digelar selama tiga hari, untuk jumlah anggaran  tidak tahu, kami secara teknisnya saja,” dalih Abdullah, melalui selulernya, Sabtu (21/6).

Ketidaktahuan itu pun berbanding terbalik dengan tupoksi PPTK yang diketahui memiliki peran penting mulai melaksanakan kegiatan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan, memastikan kegiatan sesuai rencana dan anggaran yang telah ditetapkan oleh Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran (PA/KPA).

Informasi yang dihimpun, program kegiatan outbond kepala sekolah menelan anggaran APBD Langkat senilai Rp.350 juta, disinyalir menjadi potensi penyalahgunaan wewenang atau inefisiensi, untuk mencari keuntungan segelintir oknum.

Dimana diketahui, kegiatan akan dilaksanakan di salah satu tempat di daerah wisata Bukit Lawang, Kacamatan Bahorok, Langkat, pada 25 Juni 2025, mendatang. (OD-20)