MEDAN | Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumatera Utara menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII. Selain untuk memilih pengurus baru, Muswil ini juga menjadi forum untuk mengevaluasi perjalanan DMI Sumut selama periode 2019-2024 sekaligus menyusun program kerja untuk periode 2025-2029.
Muswil berlangsung selama dua hari pada Sabtu-Minggu, 5-6 Juli 2025 di Gedung Balai Diklat Kementerian Agama Sumatera Utara, Jalan TB Simatupang, Medan.
Pelaksanaan Muswil dibuka oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DMI H Tatang Hidayat SH MA, Sabtu (5/7/2025) selaku mewakili Ketua Umum Jusuf Kalla.
Acara pembukaan Muswil diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars DMI, dilanjutkan dengan pembacaan Alquran oleh Heru Erdianto SPd qori asal Kota Binjai, penyampaian laporan kegiatan oleh Ketua Panitia Dr Khoiruddin Siregar, dan sambutan Ketua DMI Sumut H Irhamuddin Siregar MA.
Tatang Hidayat dalam sambutannya, mengatakan Muswil ini merupakan amanat AD-ART DMI yang harus dilaksanakan.
Hasil Rakernas DMI beberapa waktu lalu menegaskan masa jabatan Pimpinan Wilayah, Daerah, Cabang adalah 5 tahun.
“Pelaksanaan Muswil untuk menjaga keberlangsungan organisasi. Oleh karena itu mulai dari tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting harus menjalankannya,” tegas Tatang.
Tatang lebih lanjut menyampaikan bahwa DMI sebagai mitra pemerintah, punya spesifikasi pembinaan khusus yakni fokus ke masjid sebagai tempat pemersatu dan pembinaan umat.
“DMI punya tiga program yaitu mandiri, kerja sama, dan partisipasi. Dalam melaksanakan program, butuh dukungan pemerintah. Untuk itu agar kiranya APBD-nya (anggaran untuk DMI) dinaikkan,” harap Tatang di depan para pejabat dan tokoh masyarakat yang hadir, termasuk diantaranya Anggota DPR Ri Musa Rajekshah yang juga Ketua Dewan Mustasyar DMI Sumut.
Selain itu, kata Tatang, hasil Rakernas juga menyepakati DMI dibolehkan membentuk badan usaha untuk mendukung kemandirian organisasi.
“Selamat melaksanakan Muswil, semoga dengan rido Allah subhanahu wata’ala, acara Muswil ini sukses,” pungkasnya.
Sementara itu Gubsu diwakili Kabag Kesra Setdaprov, Suhendri Pohan, menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas dedikasi DMI selama ini menjadikan masjid sebagi tempat pemersatu dan pembinaan umat.
Menurut Suhendri, masjid juga tempat menyusun strategi dakwah dan pemberdayaan umat dalam menangkal paham-paham radikal.
“Pemerintah Provinsi Sumut siap bersinergi dalam berbagai upaya peningkatan fungsi masjid. Oleh karena itu kepemimpinan DMI Sumut nantinya diharapkan dapat bekerja secara kolaboratif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan zaman,” ucapnya.
Acara pembukaan Muswil juga diwarnai dengan pemberian plakat penghargaan kepada tokoh-peduli masjid. Selain itu ada pemotongan tumpeng perayaan Milad ke-53 Tahun DMI. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama. (OM-11)







