ACEH SELATAN | Sekitar 250 hektar lahan persawahan di lima desa dalam Kecamatan Kota Bahagia Kabupaten Aceh Selatan sampai hari ini masih tadah hujan. Akibat tidak adanya jaringan air sehingga masyarakat tani terpaksa menanam jagung.
Tanpa hujan turun petani di lima desa tidak bisa berbuat banyak untuk turun ke sawah dalam rangka bercocok tanam untuk menanam padi.
Kondisi seperti ini sudah berlangsung lama, ucap kepala Balai Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Kota Bahagia, Laimina kepada Orbitdigital, Rabu (9/7/2025).
Menurutnya, mengenai pembangunan saluran Tersier atau DAM ini setiap tahun mereka usulkan, namun sampai hari ini belum terealisasi, ucapnya.
Padahal sumber air sudah ada tetapi agak jauh dari lahan sawah lima desa tersebut, sekitaran lebih kurang jaraknya 2 kilo meter.
Lanjutnya, adapun lima desa yang sawahnya masih tadah hujan yaitu Desa Seuneubok, Desa Alur Buloh, Desa Ujung Tanah, Desa Ujong Gunong Ketek, Ujong Gunong Rayeuk dan Desa Rambong Seuneubok Keranji.
Untuk program Basaga sudah mereka usulkan, namun demikian ini tinggal menunggu hujan untuk lima desa tersebut dengan proses pengolahan pada bulan September – Oktober.
Menurut warga, sampai hari ini mereka hanya menunggu hujan turun, baru para petani lima desa turun ke sawah untuk satu tahun sekali, kata mereka.
YUNARDI.M.IS







