TOBA | Proyek pembangunan irigasi berbiaya ratusan juta rupiah di Dusun 1, Desa Siantar Sitio Tio Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba Sumatera Utara yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2024, dinilai dikerjakan asal jadi alias kupak-kapik.
Pantauan di lapangan membuktikan bahwa kondisi bangunan dinilai sangat rentan dan masih sangat banyak kekurangan disana sini, seperti bangunan yang tidak lurus, takaran campuran semen dengan pasir yang dinilai sangat lari dari seharusnya maupun masalah ketebalan dinding dan cor alas dasar.,
“Kami warga Dusun 2 Desa Siantar Sitio Tio sangat kecewa atas bangunan irigasi itu. Pembangunan irigasi tersebut diduga tidak sesuai dengan RAB yang telah ditetapkan. Proyek bagunan itu seperti ular dan juga pasangan semen tidak sesuai dengan pasir, lain lagi batu sisa bangunan irigasi berserakan di sawah warga menutupi sawah kami,” kata warga kepada awak media Jumat (28/08/25).
Narasumber yang tidak bersedia disebut namanya menjelaskan, dana proyek irigasi itu disebutkan bersumber dari Dana Desa tahun 2024.
“Untuk itu harapan kami kepada Inspektorat agar dapat memeriksa proyek tersebut demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Sudah Sesuai
Sementara Kepala Desa Siantar Sitiotio, Aladin Marpaung yang menangani anggaran pembangunan irigasi tersebut saat dikonfirmasi mengatakan bahwa saluran irigasi dibangun tahun anggaran 2024 dengan pagu Rp275 .000.000 dan panjang irigasi 290 m”.
Dikatakannya, irigasi ini dalam tahap pengerjaannya sudah sesuai dengan SPJ dan RAB yang mereka sepakati dengan tinggi 1 m, tebal lantai 15 cm dan pondasi 25 cm , tinggi 60, namun monitoring team di lapangan lantai irigasi kupak kapik dan hampir tidak memiliki lantai lagi.
Aktivis pemerhati pembangunan Aliansi Wartawan Anti korupsi Indonesia (Awaki) Pangontangan Sinaga meminta supaya instansi terkait segera memeriksa Kepala Desa Aladin Marpaung
“Dari telusuran tim di lapangan batu berserakan sepanjang bangunan diduga tidak terpasang akibat mencuri volume, ini dugaan kuat, diharapkan PMD Toba dan inspektorat dan APH segera memeriksa dan mangaudit anggaran negara khususnya dana desa Siantar Sitio Tio,” pintanya.
Maria







