MEDAN | Aksi demonstrasi terkait bubarkan DPR masih berlanjut hingga Senin petang. Massa terkonsentrasi di Pos Block Jalan. Pos No.1 Kesawan, Kecamatan Medan Barat., Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (1/9/2025).
Para demonstran berkumpul sambil berorasi memasang tali agar tidak disusupi provokator. Dalam orasinya massa menuntut kinerja Kepolisian agar segera direvolusi.
Sambil membentangkan sepanduk dan poster yang bertuliskan berbagai kecaman dan tuntutan terhadap pemerintahan.
Ratusan massa aksi mengelilingi lapangan merdeka sambil menyanyikan lagu perjuangan dan berorasi. Tepat di Simpang Jalan Raden Saleh demonstran mulai membakar ban, berlangsunvgf hingga petang.
Tepat pada pukul 15: 45 hujan deras turun mengguyur demonstran. Hal tersebut tidak menyurutkan massa untuk melanjutkan aksi ke depan Gedung DPRD Sumut.
Massa membawa sejumlah tuntutan ke gedung Dewan sambil berorasi di tengah guyuran hujan.
Saat melakukan orasi Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Erni Ariyanti SH M.Kn beberapa perwakilan dari fraksi seperti Meryl Rouli Saragih Fraksi PDIP, Kiki Handoko Sembiring Fraksi Gerindra, M Faisal PAN dan Lambok Fraksi Hanura turun menemui pendemo.
Ketua DPRD Sumut menyampaikan bahwa mereka tidak menutup mata dan telinga. Semua masukan dari masyarakat ditampung dan sampaikan. DPRD Sumut selalu terbuka terhadap aspirasi, ujar Politisi Golkar tersebut kepada masa aksi.
Erni juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan dari kinerja lembaga legislatif khususnya DPRD Sumut. Sehingga ia memastikan, evaluasi dari kinerja lembaga tersebut akan dilakukan semaksimal mungkin.
“Kami mohon maaf atas situasi dan kondisi saat ini atas kurangnya kinerja lembaga legislatif. Untuk itu kami memastikan akan melakukan evaluasi secara optimal,” ujarnya.
Masa aksi tidak menerima pernyataan politisi Golkar tersebut, yang hanya terlihat normatif, massa pun mulai melempari botol minuman bekas, sehingga kondisi mulai tidak kondusif, dan para anggota legislatif meninggalkan aksi massa dan masuk ke area Gedung DPRD Sumut dengan pengawalan pihak kepolisian.
Mediasi kembali dilakukan dengan pihak keamanan dan pada pukul 18: 00 massa membubarkan diri.(OM/011)







