LANGKAT | Genangan air yang masih cukup tinggi di Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, mengakibatkan akses Jalan Lintas Sumatera Medan-Aceh, hingga saat ini masih belum bisa dilalui kendaraan sepedamotor.
Bahkan, tak sedikit pemilik dari kendaraan roda dua tersebut memakai jasa angkut (truk terbuka) untuk bisa melintasi genangan air di wilayah itu, Sabtu (29/11/2025).
Pantauan Orbitdigital di akses jalan lintas yang berlokasi di Kecamatan Hinai, terdapat himbauan soal ketinggian air kurang lebih mencapai 1 hingga 150 centimeter yang terpasang dibahu jalan.
Tidak hanya itu, ratusan kendaraan sepeda motor dan mini bus roda empat yang akan melintasi Jalan Lintas Medan-Aceh, tepatnya di Kecamatan Tanjung Pura, di putar balikan oleh sejumlah petugas dari TNI-Polri yang mengatur arus lalu lintas dilokasi banjir.
Harapkan Bantuan
Korban banjir di Kabupaten Langkat hingga saat ini mengharapkan bantuan sembako dan air bersih bisa lebih di optimalkan.
Kepada awak media, Abdul berharap adanya bantuan air bersih dan air minum yang bisa untuk kebutuhan sehari-hari dari pemerintah.
“Kami disini sangat membutukan air minum maupun air bersih untuk mandi. Untuk bahan pangan ada, tapi saling berbagi lah,” ujar pria warga Desa Cempa.
Disisi lain, ia menceritakan soal banjir yang terjadi saat ini. Menurutnya banjir ini sudah 4 hari, untuk ketinggian air mencapai sedada orang dewasa, bahkan setinggi atap rumah.
“Genangan air sudah 4 hari. Alhamdulillah kondisi air saat ini sudah turun sekitar 15 centimeter. Kami berharap bantuan bisa di normalisasikan lah,” ucap Abdul, bersama temannya bernama Fahmi.
Sementara, disalah satu posko pengungsian banjir dan diresmikan pada tahun 1975 oleh Menteri PUTL Ir Sutami, diketahui terdapat ratusan warga yang mengungsi di tempat tersebut.
Abdul mengatakan, untuk yang mengungsi di sini kurang lebih mencapai tiga ratus orang. Menurutnya bantuan untuk anak-anak masih menjadi harapan mereka, sejauh ini bantuan sembako masih kategori mencukupi.
“Mengungsi disini kurang lebih sudah 4 hari. Yang mengungsi disini berkisar 300 orang, bantuan yang diterima di posko seperti beras, ataupun sembako,” kata Abdul.
“Bantuan untuk kebutuhan anak-anak itulah, Untuk bantuan air bersih dua hari sebelumnya ada. Tapi untuk hari ini belum, infonya mesin tenggelam,” ucap Ilyas, yang ditemui di posko banjir yang diresmikan di tahun 1975 tersebut. (OD-20)







