Minim Alat Bantu Pemerintah, Warga Rogo Kocek Rp 1 Juta untuk Evakuasi Keluarga

LANGKAT | Sampan nelayan kebanjiran rezeki di saat banjir merendam Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Bagaimana tidak, sampan tersebut banyak disewa oleh masyarakat untuk mengevakuasi pengungsi atau kendaraan roda dua.

Tak tanggung-tanggung, pemilik sampan mematokkan harga ratusan ribu untuk biaya sewa.

Hal ini dimanfaatkan penyewa karena minimnya perahu karet yang disediakan oleh pemerintah setempat.

Mau tak mau masyarakat yang mati-matian menyelamatkan keluarga ataupun kendaraannya, terpaksa menyewa sampan.

Diketahui, saat itu debit air yang merendam Kecamatan Tanjung Pura, setinggi paha hingga leher orang dewasa.

Hidayat warga asal Jakarta, yang jauh-jauh datang ke Kecamatan Tanjung Pura untuk mengevakuasi ibu dan keluarga dari jebakan banjir.

“Saya heran, kenapa pemerintah tidak menyediakan perahu karet. Ini sangat aneh sekali. Terpaksa saya menyewa sampan nelayan, untuk menyelamatkan ibu saya dan keluarga,” ujar Hidayat, kepada wartawan, Senin (1/12/2025).

Lanjut pria yang kerap disapa Dayat, ia pun harus merogok kantong hingga nyaris Rp 1 juta.

“Hampir sejuta juga saya mengeluarkan uang untuk menyewa kapal untuk evakuasi ibu dan sepeda motor abang saya,” kata Dayat.

Diketahui, ibu Dayat saat ini kondisi tidak begitu sehat. Maka ia sejak mendapat kabar banjir besar di Kecamatan Tanjung Pura, memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya.

“Dari awal banjir saya sudah kepikiran dengan ibu dan keluarga saya. Jadi saya putuskan tanggal 30 November 2025 saya beli tiket pesawat dan terbang ke Tanjung Pura,” kata Dayat.

Sekitar pukul 11.30 WIB pada waktu itu tiba di Kecamatan Tanjung Pura. Ia pun bergegas menjumpai ibunya dengan menyewa sampan.

“Begitu tiba ditempat pengungsian, saya gendong ibu saya agar keluar dari lokasi. Memang tak ada perahu karet, kacau Kabupaten Langkat ini,” ujar Dayat.

Akhirnya Dayat bersama ibu serta keluarga berhasil keluar dari jebakan banjir. Dan saat ini sudah menginap disalahsatu home stay yang berada di Kecamatan Stabat.

Diketahui, saat ini debit air yang merendam banjir di Kecamatan Tanjung Pura sudah mulai surut.

Amatan wartawan di lokasi, Senin siang, debit air di Jalan Pemuda, Jalan Sudirman, dan Jalan Merdeka, masih tampak tinggi. (Rel/OD-20)