TAPSEL | Di tengah puing-puing rumah yang porak-poranda akibat banjir bandang dan tanah longsor, tumpukan pakaian bekas layak pakai justru terlihat menggunung di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Bantuan yang datang dengan niat baik itu kini menjadi pemandangan kontras di antara batang-batang kayu patah dan lumpur sisa bencana.
Pantauan di lapangan sebagaimana diberitakan Antara menyebutkan, pakaian-pakaian bekas menumpuk di beberapa titik, bahkan hingga memenuhi teras dan ruangan Kantor Camat Batang Toru.
Ironisnya, sebagian besar bantuan tersebut tampak kurang diminati penyintas. Meski kondisinya tergolong masih laik.
Alih-alih sepenuhnya membantu, pakaian bekas yang tak terkelola dengan baik itu dinilai menambah persoalan baru—menjadi “limbah” di tengah upaya pembersihan dan pemulihan pascabencana.
Di Desa Garoga, bantuan bukan hanya soal jumlah, tetapi juga ketepatan dan pengelolaan, agar empati tak berubah menjadi beban baru bagi para penyintas.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel, total jumlah yang meninggal dari balik bencana di wilayah ini tercatat 88 orang, hilang mencapai 30-an orang, mengungsi ribuan orang, termasuk kehilangan tempat tinggal. Ant







