Warga Desa Tandihat Tapsel Gembira Terima Bantuan PD FSP RTMM SPSI Sumut

MEDAN | Warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), tampak gembira setelah menerima bantuan sembako dan selimut dari Pengurus Daerah (PD) Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman (FSP RTMM) SPSI Sumatera Utara.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Ketua PD FSP RTMM SPSI Sumut, Akhmad Rivai, SH, di Medan, Jumat (06/02/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut.

Akhmad Rivai menjelaskan bahwa seluruh bantuan telah diantarkan dan dibagikan langsung kepada warga Desa Tandihat pada Jumat lalu.

“Seluruh bantuan sudah kami salurkan langsung kepada warga Desa Tandihat,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan merupakan hasil sumbangan dan partisipasi dari Pengurus Pusat (PP) FSP RTMM SPSI, PD FSP RTMM SPSI Sumut, PUK RTMM SPSI, serta para donatur lainnya.

Setelah terkumpul di Kantor PD FSP RTMM SPSI Sumut di Medan, bantuan tersebut diangkut menggunakan truk cold diesel menuju Kabupaten Tapanuli Selatan.

Adapun jenis bantuan yang diberikan berupa sembako, yakni beras sekitar 2,5 ton yang dikemas dalam kantong plastik berisi 5 kilogram, serta selimut. Setibanya di Desa Tandihat, bantuan diserahkan kepada warga dan disaksikan oleh perangkat kecamatan serta aparat Desa Tandihat.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, Akhmad Rivai mengungkapkan bahwa sebagian warga telah menempati hunian sementara yang disiapkan pemerintah. Hal ini disebabkan rumah-rumah warga tidak lagi layak huni akibat kondisi tanah yang labil dan terus bergerak.

“Sepertinya rumah-rumah di sana sudah tidak bisa ditempati lagi karena banyak yang roboh,” ungkapnya.

Akhmad Rivai berharap bantuan donasi yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga Desa Tandihat guna meringankan beban mereka akibat bencana banjir dan tanah longsor.

Sebelumnya, PD FSP RTMM SPSI Sumut juga telah menyalurkan bantuan sembako bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor pada beberapa tahap, yakni tahap pertama di Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, tahap kedua di Kecamatan Baranggtoru, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan tahap ketiga di Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan. (OM-32)