LANGKAT | Sekitar seribu massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Langkat yang berada di Jalan Tengku Amir Hamzah, Stabat, Kabupaten Langkat, Sumut, Senin (20/4/2026) sekira pukul 12.30 WIB.
Mereka menuntut kejelasan terkait bantuan dari Kementerian Sosial, yakni jatah hidup (Jadup), stimulan ekonomi, yang dinilai belum merata, pasca banjir yang terjadi pada November 2025 lalu.
Mereka mengaku, sebagian korban banjir telah menerima bantuan, sementara ratusan lainnya masih menunggu tanpa kepastian.
Aksi yang diawali dengan longmarch dari Kantor DPRD Langkat menuju Kantor Bupati Langkat itu sempat diwarnai aksi kericuhan hingga robohnya pintu pagar gerbang utama kantor bupati.
Pantauan Orbitdigital di lokasi, situasi memanas ketika terjadi aksi saling dorong pintu pagar utama, antara massa dengan Satpol-PP dan personil Polres Langkat yang melakukan pengamanan.
Di lokasi tersebut massa menerobos masuk ke halaman kantor bupati untuk menemui langsung Bupati Langkat H Syah Afandin SH, yang saat itu dikabarkan sedang berada di Jakarta.
Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil, sehingga massa memilih bertahan di halaman kantor dan menunggu bupati yang dikabarkan sedang dalam perjalan kembali menuju ke kantor bupati.
Bupati Temui Massa
Setibanya di lokasi Pukul 18.20 WIB, Bupati Langkat Syah Afandin, menemui massa di Alun-alun Pondopo T. Amir Hamzah Stabat.
Di hadapan massa yang bertahan hingga petang, Bupati mengatakan akan segera menghadap Menteri Sosial dan mengajak perwakilan warga ikut mendampinginya ke Jakarta.
“Saya akan menghadap Menteri Sosial. Saya minta satu koordinator warga mendampingi agar bisa menjelaskan kondisi sebenarnya di lapangan,” kata Syah Afandin.
Dalam pertemuannya bupati menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dalam menemui para korban banjir tersebut.
“Mohon maaf keberadaannya dari hari Sabtu kemarin berada di Jakarta, dipanggil oleh Bapak Menteri Pertanian terkait kemarau panjang yang akan melanda Kabupaten Langkat,” ujar Bupati, sembari terima berkas (kk) disampaikan oleh perwakilan massa.
Pada sesi wawancara kepada awak media, Syah Afandin menambahkan, akan meminta hal ini kepada Kementerian Sosial, yang menjadi korban banjir yang belum menerima Jadup untuk bisa menerima Jadup.
“Kalau dari tuntutan masyarakat masalah Jadup (Jaminan Hidup). Disini masyarakat saya banyak belum terima bantuan masalah Jadup,” ujarnya kepada wartawan.
“Terkait warga yang belum terdata kita akan perbaiki data. Supaya yang tidak menerima di masukan datanya, dan saat ini masih di proses,” kata Bupati Syah Afandin yang akrab disapa “Pak Ondim” usai temui massa aksi.
Di informasikan, sekitar seribu massa aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Menuntut Keadilan hadir dari masyarakat Kecamatan Besitang, Berandan Barat dan Kecamatan Gebang.
(Teguh)







