MADINA l Tembok tinggi Lapas Kelas IIB Panyabungan kini tak lagi sekadar pembatas. Di baliknya, warga binaan bersama petugas menyulap lahan produktif menjadi kebun kacang tanah. Langkah ini jadi wujud nyata dukungan lapas terhadap program ketahanan pangan nasional Presiden Prabowo Subianto.
Program budidaya tanaman pangan itu digulirkan langsung oleh Kalapas Kelas IIB Panyabungan Bahtiar Sitepu. Selain menambah stok pangan, kegiatan ini sekaligus jadi “kelas terbuka” pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Bahtiar Sitepu menegaskan, lapas tak mau hanya jadi tempat pembinaan. Lahan yang selama ini menganggur kini dimaksimalkan untuk hal bermanfaat.
“Kegiatan budidaya kacang tanah ini bentuk dukungan penuh kami terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami ingin manfaatkan lahan yang ada agar lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Bahtiar, Kamis (25/06/2026).
Ia menambahkan, pemilihan kacang tanah bukan tanpa alasan. Komoditas ini punya nilai ekonomi tinggi, mudah dibudidayakan, dan cocok dengan kondisi tanah Madina.
Lebih dari sekadar panen, Bahtiar menyebut program ini adalah investasi keterampilan. Warga binaan dilibatkan langsung dari nol menyiapkan bibit, mengolah tanah, menanam, merawat, sampai pemupukan.
“Selain mendukung ketersediaan pangan, ini bagian dari program pembinaan. Kami melatih warga binaan agar punya keahlian di sektor pertanian. Harapannya, ilmu ini jadi bekal mereka saat bebas nanti,” jelasnya.
Petugas lapas memantau ketat setiap tahapan agar tanaman tumbuh optimal dan hasil panen melimpah. Targetnya, kebun kacang tanah ini bisa jadi percontohan sekaligus sumber pangan tambahan untuk kebutuhan internal lapas.
Bahtiar berharap inisiatif Lapas Panyabungan bisa menginspirasi instansi lain dan masyarakat Madina. Ia mengajak warga memanfaatkan lahan tidur atau pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan.
“Langkah kecil menanam di pekarangan, kalau dilakukan bersama, dampaknya besar untuk ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.
Reporter: OD 29







