SERGAI | Sejumlah nelayan mengeluhkan dugaan penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Dusun I Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tanjung Beringin Serdang Bedagai ( Sergai )dengan harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan keterangan sejumlah nelayan, mereka mengaku harus membeli solar dengan Rp. 7.800 dalam per liternya jika membelinya langsung ke SPBUN Tanjung Beringin, sedangkan jika solarnya telah diborong agen, para nelayan harus membeli dengan harga Rp. 10.000 dalam per liternya kepada agen tersebut.
“Kalau kita nelayan beli kena agen sepuluh ribu, kalau kesitu langsung harus ada surat surat kapal, kalau gak ada tujuh ribu delapan ratus dibuatnya”. Ucap Ayub warga yang tinggal tidak jauh dari SPBUN Tanjung Beringin.
Masih banyak nelayan di Tanjung Beringin yang merasa kecewa kepada pihak SPBUN Tanjung Beringin karena dianggap semena mena menaikan harga BBM Subsidi di atas HET yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.
“Kami nelayan sebenarnya ya keberatan, tapi kami mau ngadu kemana,” kata salah seorang nelayan yang tidak mau disebut namanya.
Selain itu, terdapat dugaan adanya biaya tambahan yang dikenakan pada setiap pengisian menggunakan jerigen, dimana para pembeli harus dikenakan Rp. 5.000 dalam per jerigen.
Kondisi tersebut dinilai memberatkan nelayan yang saat ini juga menghadapi meningkatnya biaya operasional dan sulitnya memperoleh BBM bersubsidi. Para nelayan berharap pemerintah daerah, Pertamina, serta instansi terkait segera melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap mekanisme penyaluran solar di SPBUN tersebut.
Sementara itu pihak pengelola SPBUN Tanjung Beringin Dewi Sianturi ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (17/7/2026) membantah penyampaian warga nelayan tersebut
“Ah gak benar, itu ada bonya, pakai kwitansi ada stempelnya. Dan itu ada orang Dinas Perikanan yang beli solar”. Jawab Dewi Sianturi.
Reporter : Pujianto







