Teknologi Irigasi Curah Sprinkler Tingkatkan Perekonomian Petani Bawang Desa Sukatendel

TANAH KARO Tanaman bawang merah menjadi tanaman idola bagi warga desa Sukatendel Kecamatan Tiga Nderket Kabupaten Karo untuk meningkatkan perekonomiannya. Hampir 70 persen lahan pertanian didesa itu dimanfaatkan untuk budidaya tanam bawang merah dengan memanfaatkan teknologi irigasi curah sprinkler, sebagai efisiensi pengairan.

Pemanfaatan irigasi curah sprinkler ini, para petani dapat mengatur kebutuhan air tanamannya, (bawang merah) karena mata nozel-nya dapat diatur dengan ukuran tertentu. Sehingga saat menyemprotkan air irigasi curah, tidak membuang-buang banyak air.

Hal itu dikatakan warga desa Sekatendel Maslan Sukatendel, disela-sela Gotong Royong Normalisasi irigasi desa itu, Minggu (28/6/2020) petang.

Menurut Maslan, teknologi irigasi curah sangat menguntungkan petani, karena mengurangi beban operasional. Petani tidak lagi banyak mengeluarkan tenaga saat menggunakannya. Berbeda dengan metode penyiraman secara tradisional.

“Dengan menggunakan irigasi curah sprinkler petani dapat menciptakan efisiensi pada sistem pengairan dan bisa diaplikasikan pada budidaya bawang merah dengan kondisi lahan kering,” terangnya.

“Irigasi curah sprinkler, berfungsi juga untuk mengontrol pemberian air pada budidaya bawang, desain dapat dirancang fleksibel, dapat dilakukan fertigation atau pemberian nutrisi tanaman melalui sistem irigasi dan dapat digunakan untuk mengontrol iklim,” imbuhnya.

Menanggapi semangat dan kreatifitas petani bawang desa Sukatendel, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH, mengatakan sangat salut dan mengapreisasi, sistem bekerja petani di desa Sukatendel sudah mengikuti perkembangan modern, jadi tidak sia sia, bawang merah yang ditanam ini, hasilnya akan meningkat dan berkualitas.

Dari penuturan petani desa itu, Kelebihan dari irigasi curah sprinkler ialah menjaga tanah tetap lembut, dapat dibongkar pasang sesuai kebutuhan karena sifatnya yang portable dan bisa digunakan pada musim kemarau karena dilengkapi dengan embung/kolam penampung air hujan,” katanya.

“Dengan teknologi irigasi curah sprinkler , diharapkan hasil panen budidaya bawang merah lebih baik lagi. Dalam situasi masa pandemi Covid-19, petani sudah mendukung ketahanan pangan, yang diprogramkan oleh pemerintah,” tandasnya.

Reporter : Daniel Manik