Aceh  

Pemkab Aceh Singkil Bahas Persiapan Belajar Tatap Muka

ACEH SINGKIL – Pembahasan jadwal belajar tatap muka oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil belum memperoleh kesepakatan.

Hingga kini jadwal belajar tatap muka yang direncanakan September ini belum juga ditetapkan.

Pada rapat koordinasi membahas pembelajaran tatap muka bagi semua jenjang tingkatan pelajar, yang dipimpin Wakil Bupati Sazali, namun belum membuahkan hasil, kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh Singkil, Khalilullah kepada wartawan, Senin (31/8/2020) kemarin.

Rapat bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 diikuti staf ahli para asisten, Kadis Syariat Islam dan Dayah, BPBD, Dinas Kesehatan dan Kemenag Aceh Singkil, sudah dilaksanakan Sabtu (29/8) kemarin.

Khalilulah menyebutkan, meski sebagian besar orang tua setuju untuk segera dilaksanakannya jam belajar tatap muka, namun rapat pembahasan untuk belajar tatap muka tersebut belum memperoleh finalisasi.

Katanya, sebagian besar pihak sekolah sudah mengedarkan surat pernyataan wali murid yang menyetujui belajar tatap muka masa pandemi Corona bisa dilaksanakan.

Karena saat ini sudah mulai mereda dan belum ditetapkan status peta wilayah warna zona. Kendati pihaknya akan kembali menggelar pembahasan untuk pelaksanaan sekolah belajar tatap muka tersebut.

Disebutkannya, dari pertemuan tersebut telah diperolah empat poin kesepakatan, yakni Dinas Kesehatan Aceh Singkil harus segera menetapkan status zona penanganan Covid-19 dalam waktu dekat dan berkoordinasi dengan pihat terkait.

Selanjutnya, merekomendasikan kepada Satuan Gugus Tugas Penanganan Percepatan Pencegahan Covid-19 Aceh Singkil untuk membuka sekolah pada jenjang SMP dan SMA sederajat kecuali TK/Paud dan Sekolah Dasar (SD) karena masih proses kajian sesuai kondisi daerah.

Melakukan Simulasi Sekolah tatap muka dengan melibatkan Satuan Gugus Tugas, dan Unsur Forkopimda Kabupaten Aceh Singkil.

“Kemudian memastikan kepada para pemangku kepentingan dan satuan pendidikan agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin untuk menjaga kondisi kesehatan pendidik dan peserta didik,” ujarnya.

Reporter : Saleh