Aceh  

Bupati Aceh Selatan Peusijuk Rumah Singgah dan Resmikan Penggunaannya

ACEH SELATAN | Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, SE., M.Sos., meresmikan Rumah Singgah “H. Muhammad Kasim Bin Chairuman” Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Selatan sekaligus tepung tawar (peusijuk ) dan sekaligus meluncurkan program sosial Titip Kursi Roda dan Titip Kepedulian di Tapaktuan, Kamis (18/6/2026).

Acara peresmian sekaligus peusijuk juga dihadiri Pembina BFLF Indonesia Ujang Kasim, Ketua Umum BFLF Indonesia Michael Octaviano, Ketua DPRK Aceh Selatan, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, kepala SKPK, serta tokoh masyarakat.

Bupati Aceh Selatan H.Mirwan dalam kesempatan tersebut mengutarakan mengapresiasi kontribusi BFLF dan keluarga Almarhum H. Muhammad Kasim Bin Chairuman yang telah menghadirkan fasilitas sosial untuk membantu masyarakat yang sedang menjalani pengobatan.

Rumah singgah ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi menjadi rumah harapan yang dapat memberikan kenyamanan dan meringankan beban masyarakat yang sedang berikhtiar untuk sembuh,” papar Mirwan.

Menurutnya, keberadaan rumah singgah sangat dibutuhkan mengingat RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan merupakan salah satu rumah sakit rujukan regional yang melayani pasien dari Aceh Selatan dan sejumlah kabupaten tetangga.

Sementara itu, Ketua Umum BFLF Indonesia Michael Octaviano mengatakan rumah singgah tersebut diperuntukkan bagi pasien yang menjalani pengobatan di Aceh Selatan, khususnya yang berasal dari Kabupaten Aceh Barat Daya, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Aceh Singkil.

Selain menyediakan tempat tinggal sementara bagi pasien dan keluarga pendamping, rumah singgah juga dilengkapi layanan transportasi untuk mendukung mobilitas pasien menuju fasilitas kesehatan.

Dengan adanya rumah singgah ini, pasien tidak perlu lagi khawatir jika harus pulang larut malam atau membutuhkan tempat beristirahat selama menjalani pengobatan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, BFLF juga meluncurkan Program Titip Kursi Roda yang memungkinkan masyarakat meminjam kursi roda secara gratis selama masa perawatan. Setelah selesai digunakan, kursi roda akan dikembalikan agar dapat dimanfaatkan oleh pasien lain.

Program ini bukan memberikan kursi roda secara permanen, tetapi sistem pinjam pakai sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak orang,” jelas Michael.

Rumah Singgah Aceh Selatan merupakan wakaf dari Kasmarizal atau Ujang Kasim atas nama almarhum ayahandanya, H. Muhammad Kasim Bin Chairuman. Saat ini BFLF telah mengelola empat rumah singgah, masing-masing dua unit di Banda Aceh, satu unit di Medan, dan satu unit di Aceh Selatan.

Dengan slogan “Melayani Sepenuh Hati” dan tagline “Memuliakan dan Membahagiakan”, BFLF berharap keberadaan rumah singgah tersebut dapat memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat dalam membantu pasien yang membutuhkan.

Sebelumnya sekrestaris Baitul Mal Aceh Selatan Gusmawi Mustafa dengan linangan air mata yang terus bercucuran saat program Bupati Aceh Selatan tentang kebesarannya untuk bersosial yang sangat menyentuh bagi kemiskinan dan penderitaan kehidupan masyarakat Aceh Selatan.

Hal inilah yang menjadi sentuhan terhadap masyarakat yang miskin dan sangat membutuhkan perhatian pemerintah daerah lewat bantuan dari Mustahid Baitul Mall Aceh Selatan

“Alhamdulilah dengan tersedianya rumah singgah,mobil jemput pasien ini sebagai salah satu untuk menuju program yang sangat menyentuh bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Reporter : Yunardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *