Oleh : Karyadi Bakat Wartawan Harian Orbit
MEDAN I Awal 2020 lalu seorang peneliti senior dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bayu Kharisma pernah mengatakan di media massa, pentingnya antisipasi dampak resesi terhadap kelangsungan Usaha Kecil Menengah (UKM).
Prediksi tersebut kini terasa, bahkan setelah melewati tiga bulan pertama 2021 kondisinya justeru semakin tak jelas. Para pelaku UKM pun mengaku pasrah dengsn kondisi tersebut.
“Kondisi sekarang bukan menuju resesi seperti yang selalu digembar gemborkan pejabat negara, tapi memang benar benar resesi dan mengkhawatirkan,” kata beberapa pelaku UKM di kawasan Sukaramai Medan yang sudah setahun coba bertahan.
Kata mereka, tahun 2021 ini adalah cobaan berat kepada pelaku kelompok UKM maupun pekerja pabrikan.
Pilihan untuk bertahan juga nampaknya sulit karena produktifitas semakin terbatas selama pandemi masih berlangsung, ditambah lagi selama Lebaran Idul Fitri saat ini ada kebijakan “penyekatan” karena kasus Covid semakin mewabah.
Dengan kondisi perekonomian yang semakin terpuruk akibat resesi tersebut, negara harus mengeluarkan kebijakan yang melindungi sektor UKM.
Pasalnya tanpa disadari sesungguhnya sudah banyak pelaku usaha yang menunggu kebangkrutan, terutama UKM.







