Rumah tersebut roboh setelah penghuni rumah melihat kondisi air sungai air terjun tersebut sangat deras dan mereka dengan segera keluar.
Begitu Fauzan dan anak istri keluar dari rumah, sekejap mata rumah roboh.
Dan seluruh harta benda yang ada di dalam rumah hancur berkeping keping terseret arus,” ujar Keuchik Darmi.
Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Sedangkan kerugian yang dialami juga belum bisa ditaksir.
Saat ini korban Fauzan dan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah penduduk terdekat.
“Tragedi ini sudah kita laporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB). Sayangnya kondisi hujan belum mereda,” imbuh Keuchik Darmi
Sejumlah saksi mata mengatakan luapan air dingin seperti hari ini belum pernah terjadi sebelumnya. Besar kemungkinan intensitas hujan lebat terjadi di kawasan pegunungan (hutan).
“Pasca-tragedi itu, korban trauma dan direnda kesedihan. Bayangkan saja, selain membuka kedai kopi kecil-kecilan, ia juga bekerja sebagai tukang becak. Mudah-mudahan ada kepedulian dan perhatian dari pemerintah,” pungkas Keuchik Darmi.
Reporter : Yunardi







