Aceh  

Atasi Kesulitan Pasokan Air Bersih, Dandim Abdya Bangun Lima Sumur Bor

Komandan Kodim 0110 Aceh Barat Daya (Abdya) Letkol Inf Rana Mega Al-Amin saat peninjuan lokasi pembangunan jembatan beton dikecamatan setia .Kamis (23/7/2026).

ABDYA | Untuk membantu warga mengatasi kesulitan air, Komandan Kodim 0110 Aceh Barat Daya (Abdya) Letkol Inf Rana Mega Al-Amin kini membangun sumur bor, di beberapa titik di wilayah yang selama ini masih kesulitan memperoleh pasokan air.

“Melalui Program Manunggal Air, kami ingin membantu menghadirkan solusi bagi daerah-daerah yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber air bersih,” kata Dandim saat diwawancarai awak media di sela peresmian jembatan beton di Kecamatan Setia, Kamis (23/7/2026).

Insya Allah Program tersebut mulai direalisasikan melalui pembangunan lima unit sumur bor yang tersebar di dua kecamatan. Tiga titik berada di Kecamatan Tangan-Tangan, yakni di Desa Padang Bak Jok, Desa Ie Lhob, dan Desa Drien Jalo. Sementara dua titik lainnya dibangun di Kecamatan Blangpidie, masing-masing di Desa Lhung Tarok dan Desa Seunaloh.Cetusnya.

Dandim Rana, menjelaskan, program itu tidak hanya mencakup pengeboran sumur dalam (deep well), tetapi juga dilengkapi pembangunan sarana pendukung agar air bersih dapat dimanfaatkan secara maksimal. Fasilitas yang dibangun meliputi pompa air, menara penampungan (water tower), hingga jaringan perpipaan menuju permukiman warga dan fasilitas umum.

Dijelaskannya, penyediaan air bersih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan tempat ibadah, seperti masjid dan mushola, yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses air.

“Tempat ibadah menjadi salah satu prioritas kami. Dengan tersedianya air bersih, diharapkan aktivitas ibadah masyarakat menjadi lebih nyaman, sekaligus dapat dimanfaatkan warga di sekitar lokasi,” ujarnya.

Ia menegaskan seluruh tahapan pembangunan dilakukan dengan memperhatikan standar kualitas agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Kami memastikan setiap proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Dukungan dari pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat juga menjadi faktor penting sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Rana berharap, keberadaan lima sumur bor tersebut mampu memperluas cakupan layanan air bersih, meningkatkan sanitasi lingkungan, serta memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat.

“Program ini bukan hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga menjadi wujud kepedulian TNI AD dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Harapannya, manfaat dari fasilitas ini dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh warga,” demikian pungkasnya. (Nazli).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *