Anak dan Kerabat Terima Bantuan Bedah Rumah, Kepling Tanjung Langkat Jadi Sorotan Publik

LANGKAT | Nama Kepala Lingkungan (Kepling) V Kelurahan Tanjung Langkat, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Ponidi Ikhsan, menjadi perbincangan hangat di ruang publik.

Pasalnya, salah seorang anak kandung Kepling bersama sejumlah kerabatnya turut menerima bantuan program bedah rumah.

Informasi yang dihimpun orbitdigital daily.com menyebutkan, isu dengan cepat menyebar di tengah masyarakat. Perbincangan warga merebak dari warung kopi hingga grup-grup percakapan pesan singkat, disertai kritik tajam terhadap mekanisme penentuan penerima bantuan.

Program bedah rumah sejatinya ditujukan bagi warga berpenghasilan rendah yang tidak memiliki hunian layak. Namun, publik mempertanyakan objektivitas kriteria penerima di Tanjung Langkat, lantaran bantuan justru dinilai mengalir kepada pihak-pihak yang dianggap memiliki kondisi ekonomi relatif cukup.

Anak Kepling berinisial R (26), misalnya, diketahui berprofesi sebagai guru di sekolah swasta, sementara suaminya bekerja di salah satu perusahaan swasta besar di Kota Medan.

Selain itu, beberapa penerima bantuan lain yang disebut sebagai kerabat atau kroni Kepling diketahui memiliki kebun sawit serta sumber penghasilan yang dinilai memadai.

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya ketimpangan dalam proses verifikasi dan seleksi penerima bantuan.

“Kalau memang bantuan itu untuk warga tidak mampu, seharusnya diberikan kepada yang benar-benar layak. Banyak rumah warga lain yang kondisinya jauh lebih parah,” ujar seorang warga yang namanya tidak disebutkan, Rabu (21/1/2026).

Warga juga menyoroti minimnya transparansi dalam pendataan dan sistem verifikasi yang tertutup berpotensi menimbulkan kecurigaan adanya konflik kepentingan.

“Ini bukan bantuan pribadi, ini uang negara. Kalau prosesnya tidak terbuka, wajar masyarakat bertanya-tanya,” kata warga lainnya.

Padahal, program bedah rumah umumnya mengacu pada indikator kemiskinan, kondisi fisik bangunan, serta hasil validasi lapangan oleh kelurahan dan dinas teknis terkait.

Namun, warga mempertanyakan apakah prosedur tersebut benar-benar dijalankan secara objektif di wilayah mereka.

Hingga berita ini diturunkan, Kepling V Ponidi Ikhsan belum memberikan klarifikasi terbuka meskipun surat konfirmasi resmi telah dilayangkan.

Sementara itu, Lurah Tanjung Langkat, M Feri Jasanta Karo-karo, S.STP, saat dikonfirmasi hanya menyampaikan keterangan singkat melalui pesan WhatsApp.

Ia menyebutkan data penerima bantuan bedah rumah berasal dari pendataan dan usulan Kepala Lingkungan V, Ponidi Ikhsan.

Masyarakat Kelurahan Tanjung Langkat berharap aparat penegak hukum, Inspektorat, serta instansi terkait dapat turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh.

Warga menilai langkah ini penting agar polemik tidak berlarut-larut dan kepercayaan publik terhadap program sosial pemerintah tetap terjaga. (OD-22)