Namun Dammikrot juga berpesan kepada pelaku UKM agar tetap menjaga kualitas, kuantitas dan legalitas dari produk-produk UKM yang dipasarkan.
“Agar produk ini dapat terus diminati oleh masyarakat pelaku UKM harus menjaga kualitas yang bagus, kuantitas dan legalitasnya, karena itu kita akan terus melakukan pendampingan.”pesan Dammikrot.
Sementara itu salah seorang pelaku UKM Eti Saprina Lubis mengaku sangat menguntungkan mengikuti bazar produk ungggulan UKM yang diselenggarakan oleh Pemko Medan ini sebab memberikan keuntungan besar baginya.
“Bazar ini sangat berguna bagi saya untuk memperkenalkan produk saya sekaligus memasarkannya.”kata Eti Saprina Lubis.
Eti Saprina Lubis yang memiliki usaha handycraft ini juga mengatakan selama mengikuti bazar ini dalam kurun waktu dua hari mampu meraup omzet hingga Rp. 3 juta.
“Selama dua hari ini kira-kira saya mendapatkan omzet sekitar Rp. 3 juta, ini omzet yang cukup besar.”pungkasnya.
Dalam penutupan acara bazar produk unggulan UKM kota Medan ini juga di umumkan nama-nama stand UKM terbaik dan transaksi terbanyak dengan menggunakan pembayaran QRIS. (Red)







