Dengan lahan yang sempit itu setidaknya bisa dibuat dua sampai tiga kandang berukuran 2 x 0,5 meter dibuat bertingkat. Bibit ayam kampung atau ayam pedaging (Eropa) atau jika di Medan sering disebut ayam teletabis.
Dalam satu ruangan kandang bisa dipelihara 5 ekor, nah jika ada dua kandang bertingkat berarti bisa dipelihara 20 ekor anakan ayam. Atau untuk tahap awal separohnya saja.
Diupayakan lokasi tempat memelihara tidak tertutup, lebih baik terbuka terkenan sinar matahari dan bawah lantai tanah atau kalau bisa terdapat rerumputan sebagai tempat bermain jika ayam mulai besar dan dilepas.
Atasi Bau Kotoran
Yang jadi permasalahan adalah bau kotoran ayam. Ada tips yang harus diperhatikan dan diterapkan, makanan bisa berupa pelet atau nasi sisa yang dicampur dengan dedak. Pemberian dedak agar tidak bau dan harus rajin membersihkannya, penerangan sinar matahari membuat kandang kering.
Selain itu, makanan alternatif lain juga bisa dibuat dari rerumputan hijau banyak terdapat di tempat tempat tertentu atau sisa sayur seperti kangkung, sawi atau lainnya. Setelah dicintang halus direbus sampai matang dengan ditambahkan garam secukupnya untuk penambah rasa.
Anda akan bisa lihat hasilnya setelah empat bulan, niscaya tak usah lagi belanja daging ayam ke pasar, cukup pilih ayam peliharaan untuk dipotong.
Jika yang kita pelihara ayam kampung tulen mungkin waktu pemeliharaannya bisa lebih agak lama, tetapi yang jelas jika rajin akan memberikan keuntungan, terutama sebagai bahan pangan sehat untuk keluarga.
Yang penting sabar dan telaten sambil mempelajari sifat binatang ternak tersebut bertumbuh menjadi peliharaan yang sehat dan bernilai konsumsi atau pun untuk dijual. (Karyadi Bakat)







