LANGSA| Bahayanya Narkoba dilingkungan masyarakat akan berisiko tinggi dalam kehidupan keluarga ditengah kehidupan penduduk ditingkat gampong (desa) BNNK Langsa, menggelar sosialisasi demi mengantisipasi untuk tidak memberi peluang selangkahpun terhadap oknum – oknum peredaran Narkoba di gampong Simpang Wie, Kecamatan Langsa Timur. Jum’at 5 Mei 2023.
Adapun sosialisasi Narkoba berjudul ” Weuh Hatee ” artinya ( perihal yang paling menyedihkan) apa bila diantara keluarga kita ada yang menggunakan narkoba, maka harapan orangtua, semuanya akan sirna bila anak telah terpengaruh narkoba.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNK Langsa AKBP Werdha Susetyo SE. Sebelum tibanya waktu sholat Jum’at, secara tidak langsung menyampaikan ceramahnya terkait bahayanya narkoba memberikan sosialisasi, memberikan himbauan untuk pengawasan tidak beredarnya Narkoba di Aula Kantor Geuchik Simpang Wie, kegiatan tersebut, turut dihadiri Ketua Gerakan Anti Narkoba (Granat) Langsa Islamsyah, Geuchik Simpang Wie, Ibnu Abbas SP, Sekretaris Gampong, Imam Chik Gampong, Imam Dusun Gampong, Tuha Peut, Babinsa Koramil Langsa Timur, Babinkamtibmas Polsek Langsa Timur, dan Para Perangkat Pemerintahan Gampong.
Kepala BNNK Langsa, AKBP Werdha Susetyo, lebih lanjut, menerangkan kepada ibu – ibu yang hadir supaya dapat melindungi keselamatan keluarga, yakni, menjaga masa depan anak – anaknya, jangan sampai mereka yang masih duduk di bangku sekolah, akhirnya pendidikannya gagal jangan sampai terlibat narkoba, (jenis sabu – red) hindarilah semua anak – anak kita dari pengaruh lingkungan, terlebih kepada aparatur pemerintah gampong, mari sama – sama kita cegah tidak munculnya pelaku peredaran narkoba di Simpang Wie. ” Pintanya.
” Mengingat bagi pengguna narkoba sekarang ini sedang meresahkan kehidupan keluarga dimana – mana munculnya oknum yang sengaja menghancurkan regenerasi putra – putri aceh, lantaran kurangnya pengawasan dari orangtua, sehingga anak – anak putus harapan dan masa depan mereka, dikatakan bila pemakai telah kencanduan akal dan pikirannya jadi rusak sulit diperbaiki kembali, maka perlu kita jaga bila anak kita sudah kecanduan sabu, maka dia nekat melakukan kejahatan, terlebih lebih di dalam keluarga, juga nekat mencuri milik orang lain karena tidak punya uang untuk membeli sabu.
Apalagi selama ini dikalangan suami – istri sering terjadi akibat pengaruh narkoba, pasangan rumah tangga berantakan tidak ada ketentraman dalam hidup mereka bisa bercerai berai hampir 75 % terjadi perceraian di aceh, akibat kecanduan sabu, perlu kewaspadaan agar masyarakat ketahui setiap pemakai sabu otaknya bisa bolong, pemikirannya rusak telah dikendali oleh zat perusak otak, yakni, narkoba, sulit diperbaiki kembali, terhadap pemakai sabu hanya menunggu kematian saja.
” Dalam agama islam sangat dilarang seperti memakai narkoba, maka sebelum itu, mari kita selamatkan keluarga kita, sebelum anak – anak terjerumus Narkoba, kami dari BNNK Langsa, hanya mengingatkan kepada semua masyarakat simpang wie, hindarilah peredaran narkoba, dan memakai sabu, karena semua mereka tidak pernah mendapatkan akhir yang bahagia.
Sementara itu, Geuchik Simpang Wie Ibnu Abbas, menyampaikan terimakasih atas kehadiran BNNK Langsa, semua penjelasan dan masukan, berupa pandangan yang sehat telah disampaikan oleh Kepala BNNK Langsa, semoga menjadi manfaat dan motivasi dalam kehidupan keluarga disini, semoga pandangan yang diberikan dapat teratasi dan terhindar dari barang haram yang bisa merusak bagi masa depan warga gampong simpang wie.
Geuchik serta mengajak semua perangkat gampong untuk mengawasi gerak langkah orang – orang yang dicurigai bila ada yang bertamu, mari kita sama – sama memberantaskan untuk tidak beredarnya narkoba disini, semoga Simpang Wie tetap bersinar dan bersih dari narkoba.” Tukasnya.”
Reporter : Rusdi Hanafiah







