Sukhairi menjelaskan, laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 minus 0,94 meningkat menjadi 3,2 persen pada 2021. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2021 berada pada angka 6,2 dengan persentase penduduk miskin sebesar 9,49 persen pada 2021.
Pada tahun 2021, Menteri memberikan predikat inovasi dalam hal indeks inovasi daerah Kabupaten Madina. Pada tahun yang sama, Badan Riset dan Inovasi Nasional juga memberikan predikat berdaya saing tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Madina pada aspek ekosistem inovasi, aspek penguat, aspek sumber daya manusia, dan aspek pasar.
“Visi Kabupaten Mandailing Natal tahun 2021-2026 adalah akselerasi pembangunan menuju Madina yang mandiri, kompetitif, berkeadilan, dan bermartabat. Untuk mewujudkan visi tersebut, diusung dengan tujuh misi,” ungkapnya.
Tahun 2023, lanjut Sukhairi, Pemerintah Kabupaten Madina mengangkat tema optimalisasi kompetensi dan daya saing daerah melalui kolaborasi pembangunan guna meningkatkan produktivitas ekonomi yang telah sejalan dengan tema rencana kerja pemerintah (RKP) nasional dan RKPD Provinsi Sumatera Utara.
Sukhairi juga memaparkan beberapa poin target pembangunan. Di antaranya, pertumbuhan ekonomi 5,71 persen, tingkat kemiskinan 8 persen, PR meningkat menjadi 68,94 persen, gini ratio 0,23, dan tingkat pengangguran terbuka 5,20 persen.
Guna mencapai delapan prioritas pembangunan Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Madina senantiasa mendukung upaya yang dimaksud seperti prioritas ketenagakerjaan, yakni memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) dengan 13 jenis paket pelatihan.
“Pemkab Madina telah melatih 2.880 siswa sejak tahun 2016. Juga telah tersedia bursa informasi kerja,” katanya.







