Medan  

Covid-19 Menurun Tak Buat Lengah, Bobby Nasution Terus Perluas Cakupan Vaksinasi

Data juga menunjukkan cakupan vaksinasi di Medan terus meluas pada 21 Oktober yakni dosis I mencapai 64,87 persen atau 1.260.504 suntikan dan dosis II mencapai 43,45 persen atau 844.206 suntikan. Begitu juga pada 26 Oktober kemarin, cakupan vaksinasi juga tambah meluas yakni dosis I mencapai 66,77 persen atau 1.297.393 suntikan dan dosis II mencapai 46,06 persen atau 895.035 suntikan.

Akademisi Universitas HKBP Nommensen, dr.Okto P.E. Marpaung, M.Biomed menilai percepatan vaksinasi yang telah dilakukan oleh Pemko Medan sudah cukup baik dan diharapkannya dapat terus ditingkatkan.

“Berbagai inovasi dan kemitraan yang telah dibina berperan dalam percepatan vaksinasi yang dilakukan Pemko Medan. Teknis pelaksanaan seperti memilih lokasi di berbagai tempat publik yang mudah diakses dan vaksinasi jemput bola juga mempengaruhi keberhasilan percepatan vaksinasi ini,” sebut Okto, kemarin, di Medan.

Dia mengatakan, percepatan vaksinasi ini perlu dilakukan untuk mencapai herd immunity agar dapat melindungi warga dari infeksi virus serta membantu menurunkan angka kematian akibat Covid-19.

“Terkait ancaman Covid-19 gelombang ketiga yang dapat terjadi pada Natal dan Tahun Baru, vaksinasi sendiri tentunya memiliki dampak positif dalam menekan peningkatan angka mortalitas (kematian) dan morbiditas (kesakitan),” ucapnya seraya mengingatkan, “Ancaman berkurangnya efikasi vaksin yang disebabkan oleh mutasi Covid-19 tetap ada, karena itu masyarakat diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan.”

Menurut Kepala Departemen Farmakologi dan Terapi Universitas HKBP Nommensen ini, agar percepatan vaksinasi yang dilakukan Pemko Medan lebih efisien, ada 2 hal yang perlu ditingkatkan, yakni ketersediaan stok vaksin dan peta sebaran masyarakat yang belum mendapat vaksinasi.