LANGKAT | Pengaspalan dengan hotmix di ruas Jalan Satria Dusun ll Desa Baru Pasar Vlll, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, diduga tak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga menuai sorotan.
Pasalnya, pekerjaan proyek hotmix P-APBD Kabupaten Langkat 2025 dengan nilai pagu paket sebesar Rp1.300.017.800,00 yang dikerjakan oleh CV. Bukit Batu Arang tersebut dinilai kurang baik.
“Pekerjaan pengaspalan selesai satu hari aja Bang. Kalau dilihat dari pinggiran, ketebalan aspal sepajang jalan yang dikerjakan seperti ada perbedaan,” sontak Adi, yang kaget melihat pengerjaan selesai dalam satu hari kepada wartawan, Selasa (24/12/2025).
Ia menduga penggunaan bahan aspal atau campuran (batu kerikil) tidak sesuai standar atau berkualitas rendah sehingga terlihatnya ketebalan tidak merata hingga menyebabkan pinggiran mudah terkelupas.
Lapisan AC-BC yang harusnya 6 cm, disusul tebal aspal AC-WC 4 cm, dengan totalnya tebal 10 cm. Namun menurutnya dalam aspal hotmix ini diduga tidak sesuai dalam RAB pengerjaan.
Apalagi ruas Jalan Satria ini merupakan jalur yang banyak dilewati kendaraan bermuatan seperti pengangkut hasil panen masyarakat.
“Jalan Satria ini salah satu akses jalan untuk mengangkut hasil pertanian warga. Kalaulah dikerjakan asal-asal kemungikan ketahan jalan tidak lama. Nanti kalau tidak sampai satu tahun sudah rusak, siapa yang akan dipersoalkan. Makanya mumpung dalam proses pekerjaan harus dipelototi,” kata Adi.
Selain itu, komentar negatif juga muncul dari seorang pria yang mengaku memiliki pengalaman di proyek pengerjaan hotmix. Menurutnya, pekerjaan aspal hotmix ini cukup aneh. Proyek belum lama selesai tapi sudah di kor atau diukur kepadatan.
“Kerjaan hotmix kurang bagus, baru berapa hari siap uda kor, apa gak pecah itu aspal? Biasa 4 atau 5 hari selesai kerjaan baru di kor,” ungkap pria bertubuh gempal yang tidak ingin identitasnya dipublikasi dalam pemberitaan.
Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUTR Langkat, Pardi Sitepu menyampaikan, akan melakukan koreksi di pengaspalan yang menelan anggaran 1 miliar lebih tersebut.
“Terima kasih infonya, selanjutnya kami akan koreksi pengerjaannya,” pungkasnya. Tgh







