Aceh  

Dinas Syariat Islam Latih Guru Dayah Silabus dan Kurikulum Baru

Peserta pelatihan silabus dihadiri para guru dayah dan para Ulama Singkil dan Mukim, Rabu (23/6/2020)

ACEH SINGKIL- Dinas Syariat Islam dan Dayah Kanupaten Aceh Singkil melatih puluhan guru dayah (pesantren), dalam pengembangan silabus dan kurikulum baru untuk pendidikan para santri.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan santri diseluruh dayah di Aceh Singkil, selama masa pandemi Covid-19 saat ini.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Singkil melalui Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Azman, yang berlangsung selama dua hari, di Gedung Pemuda Pasar Singkil (PPS), Selasa 23 dan 24 Juni 2020.

Kata Azman, pentingnya dilakukan untuk penyusunan strategi pembelajaran sistem baru, yang didasari melalui pengembangan silabus dan kurikulum baru yang harus disesuaikan dengan kondisi santri serta masa Covid-19.

Sehingga target pembelajaran harus lebih rasional dengan melibatkan guru dan disesuaikan kebutuhan para santri, namun tanpa mengurangi kualitas ilmu.

Jika tetap diterapkan pembelajaran jarak jauh, lebih banyak waktu dirumah, dan harus disusun jam pelajaran para guru yang dibantu pengawasan orang tua.

Semua harus dipertimbangkan dalam penyusunan silabus dan kurikulum sehingga target pembelajaran dapat tercapai. Dan tetap sesuai dengan petunjuk protokoler kesehatan, ucap Azman.

Kabid Pendidikan dan Dayah Dinas Syariat Islam Aceh Singkil Putri Juliana melaporkan, kegiatan diikuti sebanyak 50 guru dari 12 dayah di Aceh Singkil. Termasuk Ulama Singkil, Mukim, dan Kemenag Aceh Singkil.

Diharapkan seluruh dayah di Aceh Singkil harus terdaftar di Dinas Syariat Islam Aceh Singkil dan Dinas Dayah Provinsi Aceh.

Katanya, tahun 2019 sebanyak 12 dayah yang ada di Aceh Singkil. Enam dayah ber tipe dan terdaftar secara resmi dan enam non tipe. Namun tahun 2020 ini Dinas Syariat Islam menargetkan tidak hanya 12 dayah yang akan melaksanakan pendidikan di Aceh Singkil.
Namun bisa sebanyak 20 dayah dan seluruhnya harus memiliki SK Gubernur.

Badan rehabilitasi dayah aceh juga sudah terbentuk di Provinsi, yang direncanakan akan mengunjungi langsung dayah di Aceh Singkil.

Kedepan Dinas Syariat Islam menyusul melakukan pelatihan pembuatan roti bagi santri, serta kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an untuk dayah bertipe.

Reporter : Saleh