Medan  

Dosen dan Mahasiswa Fisipol UDA Buat Abdimas Terkait Komunikasi Digital Dalam Peningkatan Literasi Digital pada Gen Z

Besti Rohana Simbolon S.Sos, M.Si saat memaparkan materi Komunikasi Digital dalam Peningkatan Literasi Digital. (Foto/Ist)

MEDAN | Komunikasi digital merupakan keterampilan komunikasi yang harus dimiliki generasi Z agar tidak terbawa dalam masalah penyimpangan informasi seperti siber crime, transaksi bodong, disinformasi dan malinformasi.

Selain itu masalah akun yang mengganggu privasi dan kerugian secara materi. Maka Dosen dan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mengadakan pengabdian kepada Masyarakat di SMA Free Methodist di Jl. Sekolah KM 7, 8, Cinta Damai, Kecamatan Medan Helveti, Medan. Jumat, (12/1/2023).

Pengabdian diikuti oleh siswa/siswi kelas 10 yang terdiri dari 41 orang. Dihadiri perwakilan kepala sekolah Simanjuntak dan beberapa guru free Methodist.

Foto bersama dosen dan mahasiswa Fisipol UDA dengan guru dan siswa Free Methodist Medan. (Foto/Ist)

Menurut Besti Rohana Simbolon, S.Sos, M.Si komunikasi digital merupakan keterampilan dan kemahiran berkomunikasi di era digital yang dapat meningkatkan literasi digital sebagai program pemerintah yang menargetkan tahun 2024 ini ada 50 juta masyarakat terampil literasi digitalnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Indonesia masih berada di urutan 1 terkait menghabiskan waktu dalam menggunakan HP yaitu sekitar 6 jam setiap hari, dan memiliki indeks literasi digital terbawah diantara negara-negara di ASEAN karena di bawah rata-rata 70 %, yaitu 62%.

“Dengan membiasakan melakukan komunikasi digital yang baik maka literasi digital akan semakin meningkat karena ia memahami melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Komunikasi digital yang baik akan membiasakan Gen Z mengenali informasi yang valid, dengan cara mengklarifikasi informasi dan bereaksi dengan membuang, menerima, menyimpan atau membagikan secara tepat,” katanya.

Menurutnya pengabdian dilakukan dengan melakukan FGD pada siswa tentang keterlibatan mereka dalam penggunaan teknologi digital. Jawaban dan hasil temuan penelitian menunjukkan kesamaan seperti penggunaan HP lewat dari 5 jam dan masih banyak hanya berselancar dalam media sosial WhatsApp, FB, Tiktok dan YouTube untuk menonton dan bermain game. Selain itu jarang menggunakannya untuk meningkatkan keterampilan digital. Kegiatan pengabdian juga dipenuhi dengan tanya jawab dan pelatihan serta pemberian tugas sejak tanggal 12-19 Januari 2023.

“Berdasarkan tugas publikasi komunikasi digital yang dipublikasikan di Tiktok siswa/siswi, maka ada tiga grup yang memiliki kemampuan komunikasi digital yang baik yang dapat meningkatkan literasi digital mereka. Penilaian dilihat dari isi video yang dipublikasikan” jelasnya.

Kegiatan ini juga didukung dan dihadiri oleh Dekan, Dr. Prietsaweny R.T, Simamora, S. Sos, M. Si dan Kaprodi Ilmu Komunikasi, Emmelia A Ginting, S. Sos, M.I.Kom dan Dosen Helen V.S. Ningsih Sitorus, M. Si, Elok Perwirawati M. I. Kom, dan Rita Vinolia Aruan, S. Sos, M. I. Kom. (Red)