Medan  

DPD HNSI Sumut Intruksikan HNSI Medan Laporkan Kondisi Nelayan Kepada Walikota Medan

Ketua DPD HNSI Sumut Zulfahri Siagian bersama Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution (foto/ist)

MEDAN| Ketua DPD HNSI Sumut Zulfahri Siagian SE mengapresiasikehadiran Walikota Medan Bobby Afif Nasution ke PPS Belawan yang menunjukkan keseriusan dalam penanganan masalah nelayan di Kota Medan.”Kami mengapresiasi kedatangan Walikota ke PPSB dan ini membuktikan keseriusan walikota ke pada nelayan,” kata Zulfahri kepada wartawan, Selasa (13/4/2021).

Zulfahri Siagian yang merupakan mantan Ketua DPC HNSI Kota Medan 2010-2015 mengatakan, ada sekitar 12.000 an Nelayan dengan 1.700 an kapal ikan dibawah 5 GT yang bersandar di sentra2 nelayan kota Medan yakni Bagan Deli, Kampung Nelayan Seberang, Belawan Lama, Yong Panah Hijau, Gudang Arang, Kampung Kurnia, Nelayan Indah,
Sei Bedera.

Selanjutnya Zulfahri menegaskan izin yang diterbitkan oleh pemerintah saat ini untuk kapal ikan yang sandar di PPS Belawan adalah, Purse Seine, Bouke Ami, Long Bet Set Net, Squid Angling, Pancing, Jalur/Lampu (alat bantu).
“Jadi tidak ada izin trawl yang diterbitkan,” kata Zulfahri.

Terkait peraturan alat penangkapan ikan yang dipermasalahkan saat itu permen KP no.2/2015 telah mengalami perubahan No. 71/2016 dan berubah lagi menjadi Permen KP No .59/2020. ” Bahwa Peraturan Pemerintah No.27/2021 tentang Penyelenggaran bidang Kelautan dan Perikanan telah terbit sehingga turunannya berupa Peraturan Menteri pengganti Permen KP no. 59/2020 sedang dalam proses setelah uji publik beberapa kali,”sebut Fahri.

Zulfahri menegaskan kewenangan menerbitkan Surat Izin Penangkapan Ikan adalah; 1-5 GT pendaftaran di Kab/Kota, 6-30 GT diterbit Provinsi, 30 GT keatas adalah Kementrian KP. Tentu saja tidak tepat jika permasalahan perizinan ini disampaikan ke Walikota/Bupati, mengingat yang sandar di PPS Belawan diatas 5 GT.

Pada kesempatan itu Zulfahri menyayangkan ada segelintir oknum mahasiswa yang menuding adanya benturan antara nelayan skala besar dan kecil di Belawan padahal antara nelayan sekala besar dan kecil sudah ada kesepakatan tentang wilayah tangkapan dan itu sudah tidak ada persoalan lagi.” Jangan ada oknum atau kelompok yang mengusik suasana kondusif di kalangan nelayan di Belawan apalagi di masa Ramadan dan menjelang Idulfitri ini,” kata Zulfahri.cr-03