Medan  

Guru dan Siswa SD Panca Budi Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw 1447 H

Guru dan Siswa SD Panca Budi Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw 1447 H
SD Panca Budi peringati Maulid Nabi

MEDAN | Kepala Sekolah (Kepsek), guru dan ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) Panca Budi Jalan Gatot Subroto Medan, peringat Maulid Nabi Muhammad Saw. 1447 H bertempat di Surau Panca Budi, Selasa (9/9/2025).

Hadir pada acara itu Kepala SD Panca Budi, Hendra Syahputra, diwakili Wakil Kepala SD Panca Budi Bidang Kurikulum, Musdianto, SH, Wakil Kepala sekolah Bidang Kesiswaan, Ando, dengan penceramah Al- Ustaz Susanto.

Al-Ustaz Susanto dalam tausiahnya di hadapan guru dan siswa SD Panca Budi mengatakan, Nabi Muhammad Saw. dilahirkan dari ibu yang saleh. Jika anak yang dilahirkan dari ibu yang saleh maka anak akan saleh, dan Nabi Muhammad akhlaknya baik dan bagus.

“Ibunya bernama Siti Aminah dan ayahnya Abdullah,” ujar Ustaz Susanto.

“Rasulullah lahir ayahnya telah meninggal dunia menjadi anak yatim, memang tidak enak tidak mempunyai orang tua, itulah yang dirasakan nabi. Oleh karena itu jika masih mempunyai ayah maka sayangilah ayahmu.

Nabi berkata sayangilah anak-anak yatim, tidak menyanyangi anak yatim berarti pendusta agama. Siapa yang mau masuk surga sayangiiah anak yatim.

Dalam surat Al Maun dijelaskan siapa yang tidak menyanyangi anak yatim mereka pendusta agama.” tegas Al-Ustaz Susanto.

Selanjutnya Ustaz Susanto menambahkan, Nabi Muhammad lahir di zaman Jahiliah atau kebodohan, dimana dulu setiap bayi perempuan lahir dibunuh. Perempuan dulu tidak ada harganya.

“Dulu di zaman Jahiliah jika menyembelih unta dipotong dari paha unta, itulah zaman Jahilliyah. Dan nabi lahir juga di zaman tahun gajah, ketika itu gajah-gajah mau meruntuhkan Ka’bah.

Karena itu kita harus mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan menolong kita,” pungkas Al-Ustaz Susanto.

Terakhir Ustaz Susanto berpesan, dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw., maka anak-anak semuanya sayangilah orang tua, sayangi anak yatim, jangan sakiti anak yatim, dan tidak boleh sombong. * (OM-32)